<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783</id><updated>2011-05-22T15:05:40.530+07:00</updated><category term='PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH'/><category term='Cinta Mausia-manusia Langit'/><category term='Bukan Sekedar Peran Biasa'/><category term='BAGAIMANA BERDAKWAH DI KAMPUS'/><category term='Adik dimana??'/><category term='diatas cinta kami'/><category term='DAKWAH FARDIYAH DI KAMPUS'/><category term='Baciloteh'/><category term='Suasana Nyaman Bikin Kita Produktif'/><category term='Kemenangan Dalam Sebuah Pengorbanan'/><category term='Sebuah Perenungan tentang &quot;Kebutuhan&quot;'/><category term='CACAT MENTAL DAKWAH'/><category term='Orientasi Pembaharuan Pendidikan Dalam Tantangan Modernitas'/><category term='PRIBADI AKTIFIS DAKWAH KAMPUS'/><category term='Ketika Mas Gagah Pergi'/><category term='SOLIDITAS RESPONSIBILITAS PRODUKTIFITAS Da’i'/><category term='DAKWAH UMUM DI KAMPUS'/><category term='Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan'/><category term='Ini loh Sholat ku'/><category term='Robohnya Surau Kami'/><category term='Kesalehan Sosial'/><category term='Kawanku..Remaja Laki-Laki Belasan Tahun'/><category term='Agar Ayam Tak Mati di Lumbung Padi'/><category term='Kejujuran Karakter Seorang Muslim'/><category term='Quo Vadis Pendidikan Indonesia'/><category term='Tak Ada Ikhwah Yang Tak Retak'/><category term='Bila Hidup Diatur Oleh Allah ?'/><category term='Cinta ALLAH'/><category term='KISAH MANIS PENGORBANAN'/><category term='Kambing Hitam'/><category term='Filsafat'/><category term='MUHASABAH'/><category term='Berdakwah di Hutan'/><category term='Korupsi Kaum Akademisi'/><category term='Spirit Dari Kemenangan Turky  3-1'/><title type='text'>:::::::: akhikhwan.co.cc ::::::::</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-8164950171113704930</id><published>2008-10-19T05:01:00.007+07:00</published><updated>2008-10-19T05:33:40.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Mausia-manusia Langit'/><title type='text'>Cinta Manusia-Manusia Langit</title><content type='html'>Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata:&lt;br /&gt;'Memang', yang terbaik dari diri kita layak disatukan.&lt;br /&gt;Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat:&lt;br /&gt;Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : 'Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah potret realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;    Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin 'eAsh takkala mendengar seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya karena Rabb-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya raya, dermawan dan ksatria 'Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku !' Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya. Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;    Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim 'Alaihissalam. Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah daging sendiri untuk menjadi persembahan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Adakah CINTA YANG MASIH ADA DI HATI KITA MENYAMAI ATAU BAHKAN MELEBIHI CINTA MEREKA TERHADAP APA YANG MEREKA CINTAI? Jika tidak, lantas APA YANG MEMBUAT KITA MEMBUSUNGKAN DADA DAN MENGKLAIM SEBAGAI PECINTA SEJATI HANYA LANTARAN BUNGA-BUNGA KATA TANPA MAKNA REALITA YANG KITA LONTARKAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri KITA SERINGKALI MENCARI PEMBENARAN (APOLOGI) ATAS KETIDAKMAMPUAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DALAM MENGAKUI SEGALA KELEMAHAN YANG KITA MILIKI. Jika cinta yang mereka hadirkan dapat begitu mempesona bukan hanya karena mereka para sahabat dan shabiyah atau para Nabi dan Rasul. Perlu diingat, mereka juga adalah manusia yang mempunyai keinginan dan kecenderungan sebagaimana manusia biasa. Artinya kecintaan mereka dapat kita duplikasikan pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana SEJARAH MENCATAT KEMBALI ARTI SEBUAH CINTA ANAK MANUSIA DALAM AKHIR HAYATNYA, sebuah cinta yang dihadirkan oleh mujaddid akhir zaman, Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata, 'MENCINTAI APA YANG DICINTAI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH.' Teori ini bukanlah teori belaka. Teori ini merupakan SEBUAH KONSEKUENSI LOGIS DARI SEBUAH CINTA. Segala daya dan upaya akan menjadi tak berharga jika ia dapat menjadi serupa. Hal ini berlaku kebalikannya. MEMBENCI APA SAJA YANG DIBENCI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH. Amboi, indahnya jika semua itu dilandasi atas kecintaan kepada Rabb-Nya. Dan menundukkan kecintaan lainnya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku?&lt;br /&gt;Hanya setitik debu melekat di bintang mati.&lt;br /&gt;Menggeliat sejenak karena embun dan matahari:&lt;br /&gt;Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saini KM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja Sapardi mengungkapkan kekuatan keinginan cintanya dengan bait-baitnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin,&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;br /&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan&lt;br /&gt;awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;(Sapardi Dj. D),&lt;br /&gt;maka ISLAM MENGAJARKAN INDAHNYA CINTA DALAM UNTAIAN DO'A :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;' Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-8164950171113704930?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/8164950171113704930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/10/cinta-mausia-manusia-langit.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8164950171113704930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8164950171113704930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/10/cinta-mausia-manusia-langit.html' title='Cinta Manusia-Manusia Langit'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-2596850343685634924</id><published>2008-09-20T07:55:00.003+07:00</published><updated>2008-10-12T22:20:12.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baciloteh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suasana Nyaman Bikin Kita Produktif'/><title type='text'>Suasana Nyaman Bikin Kita Produktif</title><content type='html'>Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya banyak bener yang udah di kerjakan hari ini. Pas di fikir-fikir ini karena suasana yang nyaman di Laptop. Jadi semangat deh, nah sekarang ana mau ngasih tau nih apa yang buat ana semangat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaren lagi browsing ana nemuin link untuk tampilan windows versi 7 [karena udah bosen dengan tampilan XP bertahun2] so ana download aja deh.....&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/1599583/Windows_7.zip.html"&gt;&lt;br /&gt;Download Theme Windows 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah terus setelah di Instal....luar biasa tampilannya nyaman sekale dan ini cocok ama YM 9 yang udah duluan ana Instal, [padahal mah kemaren ngeluh2, bilang YM 9 ngak nyaman] ternyata karena ngak serasi ama thame windows nya [itu dia sebabnya]&lt;br /&gt;;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So....kalo kita mau produktif bekerja buatlah suasana nyaman di sekitar antum, atau kalo ternyata tingkat kenyamanan sudah mulai menurun dari biasanya, antum harus berinisiatif untuk merubah suasana di sekitar antum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neh salah satu yang ana kerjain : &lt;a href="http://akhikhwan.multiply.com/"&gt;www.akhikhwan.multiply.com&lt;/a&gt; [udeh ana permak tuh, Mampir ya..!!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah antum mau percaya atau ngak, yang jelas ana udah ngebuktiin ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok, selamat produktif akhy wa ukhty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ngak pake lama ngerubah mood]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-2596850343685634924?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/2596850343685634924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/09/suasana-nyaman-bikin-kita-produktif.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2596850343685634924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2596850343685634924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/09/suasana-nyaman-bikin-kita-produktif.html' title='Suasana Nyaman Bikin Kita Produktif'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-6569189365729631479</id><published>2008-09-01T22:07:00.004+07:00</published><updated>2008-10-13T03:21:16.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kawanku..Remaja Laki-Laki Belasan Tahun'/><title type='text'>Kawanku..Remaja Laki-Laki Belasan Tahun **)</title><content type='html'>asap masih mengepul dari reruntuhan. kayu kayu yang telah menjadi puntung hitam tak sanggup lagi menyangga atap. bau terpanggang masih jelas dikenali hidung. beberapa orang berseragam coklat masih terlihat sok serius mencatat di kertasnya. beberapa orang lagi mengelompok membincangkan sesuatu. sementara lainnya ,menatap nanar le arah tembok putih yang telah dilukis oleh jilatan api yang terlihat sama sekali tidak indah bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi itu seorang remaja belasan tahun terlihat lesu. di penghujung bulan yang begitu disakralkan banyak orang. sesaat kemudian dia bangkit, berusaha menghapus lelah dan sedih di wajahnya. dia bangkit..setelah sesaat terpuruk..hanya sesaat. ringan sekali pergantian mimik itu bagai aktor yang telah beberapa kali mendapatkan piala citra.raut ketabahan jelas terlihat oleh ku yang hanya berada sedepa dari nya. ah kawan..apa yang ada dalam benakmu sekarang?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawanku..remaja laki laki belasan tahun yang telah diwariskan saeorang kakak perempuan dan tiga orang adik oleh ayahnya yang telah berpulang beberapa tahun lalu.sekarang rumah satu-satunya pun telah dipanggil oleh yang memilikinya.ibunya, perempuan separuh baya itu tanpa sengaja menjatuhkan lilin ke ceceran bensin yang sehari hari dijualnya dan menghanguskan semuanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku merasa beban itu terlalu berat baginya.satu orang kakak perempuan, tiga orang adik, dan seorang perempuan separuh baya yang selalu dipanggilnya ibu yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit dengan wajah melepuh dijilati api.bagaimanapun kawanku itu masih remaja belasan tahun yang baru saja meninggalkan masa kanak-kanaknya. bahunya belum cukup lebar menyangga beban seberat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari kemudian aku menemukan diriku salah. sama sekali salah, dia bukan remaja belasan tahun, dia adalah seorang pria..yang sanggup bangkit dalam keterpurukan.kitab kitab yang telah dibacanya dan ilmu yang telah dipelajarinya bertahun tahun benar benar membantunya..saat inilah sebenar-benarnya iman.disaat terjepit..disaat lapar..disaat tak ada tempat berteduh.bukan omongan kosong diatas mimbar saat amplop menari nari dipelupuk mata.bukan wacana di gedung dewan disaat perut kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia masih bersyukur, bahkan disaat orang awam merasa tak ada lagi yang patut disyukuri.dia masih ingat tuhan disaat orang lain merasa tuhan telah lupa padanya.aah...anak sekecil itu.telah sanggup melakukan apa yang mungkin belum sanggup aku lakukan.bahkan oleh sebagian orang yang telah lebih tua dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu kulihat iman sebenar benarnya.sesuatu yang sulit kujumpai pada zaman ini.iman yang kulihat bukan dari pria tua bersorban dan berkopiah haji.bukan dari gentleman yang bersafari, bukan dari pria pria tampan berjenggot dan bekas hitam didahinya, bukan dari lelaki yang selalu kudengar ocehannya setiap jumat..tapi dari seorang remaja sederhana belasan tahun..berkaus lusuh dan memakai jeans..dia kawanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**) tulisan ini milik salah satu &lt;a href="http://profiles.friendster.com/42640615"&gt;sahabat baik uni ria&lt;/a&gt;.&lt;a href="http://ceritaria.multiply.com"&gt;kata uni Ria&lt;/a&gt; : kemarin malam dalam keadaan lelah karena suatu keperluan  saya membacanya, sangat menyentuh.. dan dia bilang ini kisah nyata....&lt;br /&gt;saya jadi ingat dosa yg semakin menggunung dan iman yang entah apa kabarnya hari ini.. dan ditambah sedih kalau ramadhan telah menjelang dan saya rasanya belum menyiapkan apa-apa.. Allah, ramadhan kali ini saya tak punya banyak impian lagi, sedikit saja dan berharap itu dapat terwujud di akhir bulan nanti..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;buat semuanya... selamat menunaikan ibadah-ibadah ramadhan.. mohon maaf lahir dan bathin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-6569189365729631479?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/6569189365729631479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/09/kawankuremaja-laki-laki-belasan-tahun.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6569189365729631479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6569189365729631479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/09/kawankuremaja-laki-laki-belasan-tahun.html' title='Kawanku..Remaja Laki-Laki Belasan Tahun **)'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-3225991970415081688</id><published>2008-08-17T19:51:00.005+07:00</published><updated>2008-10-13T03:23:49.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SOLIDITAS RESPONSIBILITAS PRODUKTIFITAS Da’i'/><title type='text'>SOLIDITAS, RESPONSIBILITAS, PRODUKTIFITAS Da’i</title><content type='html'>“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar” [QS Ali imran 146]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan ayat ini ada tiga hal yang menentukan kemenangan dakwah, yang harus ada pada diri kader :&lt;br /&gt;1.soliditas : &lt;br /&gt;2.responsibilitas&lt;br /&gt;3.produktifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun tiga hal tadi, maka di perlukan beberapa hal :&lt;br /&gt;1.kita harus membangun keikhlasan dalam beramal&lt;br /&gt;Satu laki2 pada pagi hari berniat akan bersedekah, malam hari disedekahkan kepada seorang pencuri, pagi2 gempar karena memberi ke pencuri, akhirnya dia niat lagi akhirnya sedekah lagi ke penzina, kali ketiga kepada kaya yang kikir, masya gempar lagi. Pada malam hari laki2 bermimpi di datangi malaikat. Bahwa sedekah yang ngekau berikan sedekah kepada pencuri akan mengubahnya. Bahwa Allah melihat niat nya kepada siapa ngak masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tidak tentu jadi ikhlas kalo dikondisikan.&lt;br /&gt;Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan)  dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kita harus merajut Tali Ukhuwah&lt;br /&gt;Dari Abu Darda’ dari Nabi shallallahu  'alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;“Maukah engkau Saya beritahukan tentang derajat yang lebih baik daripada shalat, puasa, dan sadaqah? Para sahabat menjawab, "Tentu" Nabi bersabda, "Mendamaikan permusuhan diantara manusia, dan kerusakan diantara manusia yang menghancurkan agama."&lt;br /&gt;Shahih, di dalam kitab Al Halal wal Haram (8/40). [Abu Daud, 40- Kitab Al Adab, 50- Bab/ii Ishlahi Dzatil Bayyin. Tirmidzi, 35- Kitab Al Qiyamah, 56- Bab Haddatsana Abu Yahya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Upaya yang sunguh-sunguh&lt;br /&gt;dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna [QS An Najm 39-41]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-3225991970415081688?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/3225991970415081688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/08/soliditas-responsibilitas-produktifitas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3225991970415081688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3225991970415081688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/08/soliditas-responsibilitas-produktifitas.html' title='SOLIDITAS, RESPONSIBILITAS, PRODUKTIFITAS Da’i'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-1817409658276199082</id><published>2008-08-17T19:18:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:26:38.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MUHASABAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ini loh Sholat ku'/><title type='text'>MUHASABAH, ini loh Sholat ku</title><content type='html'>Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi umat Islam sebagai aplikasi dari keimananya, tidak dapat dikatakan beriman dengan baik seorang muslim bila tidak melakukan sholat. Maka sudah selayaknya lah kita sebagai seorang muslim untuk bermuhasabah terhadap kualitas sholat yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sholat yang kita lakukan dalam beberapa waktu dilakukan dengan khusyu atau tidak. Huzaifah ra, mengatakan perkara yang utama yang hilang dalam ummat adalah khusyuan dan yang terakhir adalah sholat. Boleh jadi anda bertemu dengan jama’ah sholat namun tidak ada diantara mereka yang khusyu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat ditegur dalan surat Al Hadiid ayat 16,&lt;br /&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik” [al hadiid 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu qoyyim Al jauzi membagi manusia dalam sholat menjadi 5:&lt;br /&gt;1.orang yang lalai dalam mengerjakan sholat [di azab oleh Allah]&lt;br /&gt;2.Orang yang mengerjakan sholat namun iya lalai dalam memujahadah melawan bisikan dan pikiran2 yang menggangu jiwanya [tidak khusyu] [akan di hisab]&lt;br /&gt;3.Orang yang Sholat dan Berjihad, yaitu sanggum mengusir bisikan setan dalam sholat.[akan Dihapus Dosanya]&lt;br /&gt;4.Orang yang hatinya tengelam dalam sholat dan ibadah kepada Rabbnya&lt;br /&gt;5.Orang yang mendirikan sholat dengan menghadirkan hatinya di hadapan Allah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Sholat kita berkualitas maka kita harus&lt;br /&gt;1.Quwwah al murthadhoo: Memahami apa yang di baca&lt;br /&gt;2.Dharbul Masyakil : Berusaha sekuat mungkin menghalangi hal2 yang merintangi sholat yang khusyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-1817409658276199082?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/1817409658276199082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/08/muhasabah-ini-loh-sholat-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1817409658276199082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1817409658276199082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/08/muhasabah-ini-loh-sholat-ku.html' title='MUHASABAH, ini loh Sholat ku'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-8208501995348385506</id><published>2008-07-20T14:51:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:26:59.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kejujuran Karakter Seorang Muslim'/><title type='text'>Kejujuran Karakter Seorang Muslim</title><content type='html'>kejujuran sudah menjadi bahan langka dalam kehidupan ini, anak berbohong kepada orangtua, bawahan kepada atasan, adik kepada kakak, orangtua kepada anak, atasan kepada bawahan, kakak kepada adik, korupsi merajalela, produk-produk bajakan bertebaran di mana-mana. Dan banyak lagi masalah-masalah ketidak jujuran muncul dengan mode dan trend yang beragam dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah lbnu Mas'ud, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Selayaknya bagi kamu untuk berlaku jujur, karena kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menghantarkan ke surga. Sesungguhnya, seseorang jika berlaku jujur akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur.Hindarilah berlaku dusta, karena dusta mengantarkan kepada kejahatan, sedangkan kejahatan mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang jika berlaku dusta akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta."&lt;br /&gt;[Shahih, di dalam kitab Adh-Dha'ifah (6323). Bukhari]&lt;br /&gt;Dari Hadits diatas tentu mengambarkan sebagai muslim kita harus berupaya untuk menyempurnakan diri kita dalam beragama dengan kejujuran yang tertanan dalam berbagai aspek kehidupan kita, karena kejujuran adalah sebab dari suatu banyak akibat-akibat keburukan yang akan mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah tentang nilai-nilai kejujuran yang telah di tayangkan dalam kehidupan sebelumnya, semisal kisah Sahabat Ka’ab Bin Malik ra, yang tidak berangkat dalam perang khandaq dan mendapat iqab dari Rasulullah SAW. Di mana ka’ab adalah seorang sahabat yang termasuk pandai dalam berbicara dan berorasi, namun dia berkata saat menjelaskan alasan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW seandainya yang di depanku bukan Engkau maka tentu aku akan berbohong kepada mu” kejujuran Ka’ab bin Malik ra inilah yang menyebabkan dirinya di iqabnya dengan hukum pemboikotan oleh kaum muslimin selama 40 hari. Sampai akhirnya Ayat Al Qur’an turun yang menerang bahwa beliau di ampuni oleh Allah SWT. Para ulama tafsir mengatakan bahwa beliau di ampuni karena berkata jujur sementara banyak orang-orang munafik yang tidak ikut peperangan tersebut yang tidak di hokum karena kebohongannya. Karena kejujuran itulah Ka’ab bin Malik ra di muliakan Allah dengan AyatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kisah Al Mubarak seorang pembantu yang bertugas di kebun buah majikannya untuk menjaga kebun tersebut. Pada suatu saat beliau di minta oleh majikannya untuk mengambilkan satu buah yang manis, setelah buah di ambil dan di makan oleh majikannya ternyata buah itu asam, lalu majikan nya berteriak hai Mubarak ambilkan lagi buah yang manis ini asam, lalu di ambilkannya lagi ternyata masih tetap asam. Sampai yang ketiga kalinya dan masih tetap asam, sang majikan bertanya “hai mubarak apa kamu tau cirri-ciri buah yang manis?” beliau menjawab “tidak tuan”. “Apakah selama menjaga kebunku kamu tidak pernah memakan buah ini?” beliau menjawab ”tidak karena aku hanya di perintahkan untuk menjaga kebun ini ”. Sampai sang pemilik kebun tertegun atas kejujuran yang di perlihatkan pembantunya. Dan Majikan tersebut berkata “ Wahai mubarak, aku memiliki seorang putri, siapakah yang menurut kamu patut untuk menikahi putrid ku. Mubarak berkata “orang yahudi menikah karena kekayaannya, orang nasrani karena paras wajahnya, Qurais karena keturunanya, maka nikahkanlah putri tuan dengan orang yang baik agamanya” Akhir cerita Mubarak di nikahkan dengan putri pemikik kebun tersebut yang terkenal kecantikan, dan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah di atas tentu bisa menjadi pelajaran bagi kita bagaimana pentingnya kejujuran. Sementara kejujuran itu bisa kita bagi menjadi beberapa bagian:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Jujur dalam niat dan kehendak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah seorang badui yang akan di bagi ghanimah dan berkata kepada Rasulullah SAW, aku berperang bukan karena ini dan itu namun aku berperang karena ingin mendapat kesyahidan dengan luka di sini dan disini sambil menunjuk leher dan tangan. Lalu Rasulullah SAW berkata kalo memang  engkau meniatkan itu dengan jujur maka engkau akan memperolehnya. Dan benar sang Badui syahid dengan terluka di bagian leher dan lengannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Jujur dalam perkataan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kebohongan yang paling tepat mengambarkan ketidak jujuran dalam hal perkataan. Banyak orang yang senang berbohong untuk menyelamatkan dirinya dari kewajiban-kewajiban atau lain hal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Jujur dalam perbuatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kisah khalifah Umar bin khatab yang mengantar sekarung gandum di karenakan beliau mendengar seorang anak gadis yang menasehati ibunya yang akan menambahkan air pada susu yang akan dijual. Setelah itu sang anak gadis menjadi menantu dari beliau dan  nantinya akan memiliki cucu seorang pemimpin umat selanjutnya yaitu khalifah umar bin abdul aziz.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Jujur dalam menepati janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melihat fenomena-fenomena yang mengecewakan akhir-akhir ini di mana seorang muslim sangat mudah untuk ingkar terhadap janji. Semisal jadwal rapat yang terlambat karena menungu seseorang yang belum datang, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.Jujur dalam tekad yang benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatab ra, pernah berkata “sungguh kejujuran itu memudahkanku padahal jarang merendahkanku. Maka itu lebih aku sukai daripada diangkatnya derajatku karena kebohongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-8208501995348385506?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/8208501995348385506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/kejujuran-karakter-seorang-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8208501995348385506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8208501995348385506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/kejujuran-karakter-seorang-muslim.html' title='Kejujuran Karakter Seorang Muslim'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-6313915561665109068</id><published>2008-07-14T03:32:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:27:20.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAGAIMANA BERDAKWAH DI KAMPUS'/><title type='text'>BAGAIMANA BERDAKWAH DI KAMPUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. ( QS:Al-Kahfi 13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para pemuda dan pemudi merupakan sasaran dakwah yang paling potensial. Mereka berada dalam usia yang penuh vitalitas dan semangat yang dibutuhkan Islam untuk melakukan perombakan ummat. Diantara generasi muda ini, para pelajar dan mahasiswa merupakan potensi terbesar bagi dakwah dan gerakan Islam. Karena itu adalah wajar  bila dakwah memprioritaskan pembinaan mereka sebelum pembinaan kelompok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dakwahnya, Rasulullah menjadikan para pemuda sebagai sasaran dakwah yang utama. Beliau juga menjadikan para pemuda yang memiliki kapasitas intelektual yang tinggi di masyarakat sebagai sahabat-sahabat Beliau. Dalam tahapan dakwah awal di Mekkah, tidak ada satu sahabat Beliau pun yang rendah akalnya atau berusia di atas Beliau kecuali Istri Beliau sendiri, Khadijah al Kubro Rodiyallahu anha. Abu Bakar As Siddiq misalnya adalah seorang ahli sejarah Quraisy, Ali Bin Abi Thalib merupakan remaja yang sangat cerdas dan tangkas, menjadi harapan para pemuka Quraisy. Usman Bin affan terkenal dengtan kepandaiannya dalam berekonomi. Umar Bin Khattab merupakan pemuda berwibawa dengan jiwa kepemimpinan yang menonjol. Saad Bin Abi Waqqash terkenal dengan ketangkasan dan kecerdasannya. Sahabat yang lain, kendati tadinya budak seperti Bilal atau Zaid Bin Haritsah, merupakan orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Rasulullah ini adalah karena Al Qur’an menunjukkan bahwa para pemuda merupakan sasaran dakwah yang potensial dan akan mampu membawa panji perubahan di masyarakat seperti pada kisah Ashabul Kahfi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. ( QS:Al-Kahfi 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai generasi muda para pelajar dan mahasiswa memiliki fitrah yang lebih mudah disentuh dengan siraman ruhiyah yang dapat menghasilkan keimanan. Sementara sebagai kalangan intelektual, mereka umumnya memiliki kesiapan untuk menerima Islam sebagai Din Ilmu dan Amal. Lebih dari itu, suasana kampus memberi keleluasaan untuk pengkajian studi-studi Islam. Kebebasan mimbar di kampus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajar dan mahasiswa juga terbukti merupakan motor penggerak perubahan masyarakat sepanjang masa. Karena itu pembinaan terhadap mereka perlu mendapat perhatian serius, jangan sampai kita didahului oleh pergerakan yang bathil dan menyesatkan. Kreatifitas dan sifat inovatif mereka merupakan potensi yang penting bagi pergerakan. Itulah sebabnya dalam fiqhud dakwah, merekalah yang paling potensial untuk menjadi anasirut taghyir (unsur-unsur perubah) masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi pada mereka dapat mempengaruhi opini umum masyarakat  dan memberi rangsangan bagi kelompok-kelompok masyarakat lain untuk turut berubah. Terbukti misalnya dengan ksus jilbab yang berlangsung pada pelajar SMA umum dan Perguruan Tinggi Umum. Masyarakat menaruh perhatian serius bahkan banyak yang menaruh simpati. Bahkan, diantara kaum wanita umum pun kemudian mulai mengikuti jejak mereka yang berjilbab tanpa canggung atau malu. Yang menggembirakan, sekolah-sekolah Islam yang dikelola kaum muslimin yang tadinya acuh terhadap masalah jilbab, kemudian mewajibkan pelajar-pelajar putrinya berbusana muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan dakwah yang syamilah pun dimulai melalui alur kampus. Bahkan sampai saat ini kegiatan dakwah ini masih berorientasi di sekitar kampus. Memang dakwah tidak boleh terperangkap sebagai gerakan masyarakat kampus tetapi ia tidak bisa menghindarkan diri dari menjadikan para pelajar dan mahasiswa sebagai pelopor-pelopor awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala dakwah berkembang, maka secara bertahap ia tidak boleh menjadikan kampus sebagai markas utamanya lagi. Kampus hendaknya hanya dijadikan sebagai basis umum pergerakan di kalangan pemuda. Sosialisasi dakwah di luar kampus harus dilakukan dengan memasang strategi dakwah kampus yang sebaik-baiknya sehingga tetap menjadikan kampus sebagai ajang dakwah yang semarak dan pelopor perubahan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dakwah di kampus bukanlah dakwah takwiniyah tetapi dakwah aamah (harokah zhohiroh), tanpa meninggalkan asholah dalam minhaj tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah aamah di kampus bertujuan membentuk potensi yang akan menambah elemen kekuatan Islam. Takwiniyah (pengkaderan) hendaknya tetap berlangsung bagi para mahasiswa dan pelajar terpilih. Namun aktifitas dakwah takwiniyah ini tidak boleh tampak kecuali hasil-hasilnya. Kampus harus diwarnai dengan dakwah umum yang digerakkan oleh para mahasiswa dalam pengkaderan kita dan terhindar dari bahaya gerakan haddamah baik dari luar Islam maupun dari kalangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa dakwah zhohiroh ke kampus hendaknya menggunakan skala pemikiran yang lebih luas. Di satu sisi, setiap kampus baik yang umum maupun Islam tetap harus dikuasai, tetapi di lain sisi takwiniyah tidak boleh berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensuksekan dakwah di kampus hendaknya dipersiapkan perimbangan pertumbuhan tiga unsur berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kader aktifis dakwah kampus yang mampu berdakwah fardiyah. Mereka hendaknya dikhususkan dalam menunjang dakwah zhohiroh dan ditempatkan sebagai anggota tetap masyarakat kampus:sebagai pelajar, mahasiswa, dosen, atau guru misalnya. Atau sebagai ilmuwan/peneliti yang akrab dengan dunia kampus. Mereka hendaknya mampu menjadi pelopor-pelopor aktifitas dakwah zhohiroh, menjadi qudwah dalam amal Islami dan menjadi tonggak-tonggak Islamisasi kampus.&lt;br /&gt;2. Pengarahan dakwah kampus yang sesuai minhaj, tanpa kehilangan asholah tetapi dapat diterima oleh masyarakat kampus. Ini dilakukan oleh elemen-elemen gerakan dakwah terkait secara hati-hati dan matang, melibatkan aktifis dakwah kampus yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, guru, dosen, serta yang memiliki keterlibatan dengan dunia kampus.&lt;br /&gt;3. Berbagai organisasi yang menjadi  bungkus pergerakan di kampus, berbentuk lembaga atau organisasi. Sarana  ini menjadi pos dakwah yang memiliki satu warna yang khas dan diminati oleh para pelajar dan mahasiswa karena kebersihan dan kebaikan penampilannya. Persiapan yang meliputi fasilitas tidak kami singgung dalam pembahasan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tumbuh seimbangnya ketiga persiapan diatas, dakwah di kampus Insya Allah dapat terealisir dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok Pembahasan  &lt;br /&gt;Karena dalam kampus kita hanya melakukan dakwah umum maka dalam pembahasan ini kita hanya akan membicarakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dakwah Aamah di Kampus ,Memperkenalkan tentang pengertian dakwah aamah serta keadaan kampus pada umumnya.&lt;br /&gt;2. Pribadi Aktifia Dakwah Kampus, Menjelaskan sifat-sifat yang sebaiknya dimilikioleh para aktifis fdakwah kampus.&lt;br /&gt;3. Dakwah Fardiyah, Menjelaskan tentang langkah-langkah rekruiting dakwah di kampus serta tahapan-tahapan dakwah fardiyah. Kemudian bagaimana mengajak mad’u ke dalam pengkajian Islam lebih lanjut.&lt;br /&gt;4. Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Dakwah, Menjelaskan dasar-dasar yang harus diketahui para penyelenggara dakwah di kampus sehingga dapat melakukan kegiatan dakwah mereka dengan sukses.&lt;br /&gt;5. Untuk Para Mubaligh dan Da’I Kampus, Menjelaskan persiapan-persiapan yang diperlukan seorang mubaligh atau da’i ketika berdakwah di kampus.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-6313915561665109068?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/6313915561665109068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/bagaimana-berdakwah-di-kampus.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6313915561665109068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6313915561665109068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/bagaimana-berdakwah-di-kampus.html' title='BAGAIMANA BERDAKWAH DI KAMPUS'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-1432037887391942695</id><published>2008-07-14T03:20:00.006+07:00</published><updated>2008-10-12T22:27:42.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DAKWAH UMUM DI KAMPUS'/><title type='text'>DAKWAH UMUM DI KAMPUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah memahami bab ini diharapkan para aktifis dakwah kampus mengenal kondisi medan dakwahnya serta terdorong untuk meningkatkan aktifitas dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik sehingga mereka yang didakwahi itu mengingkari segala bentuk pengabdian kepada selain Allah dan mengimani Allah dan mereka keluar dari kegelapan sistem hidup jahiliyyah menuju kepada terangnya jalan Islam.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian “menyeru kepada jalan Allah” menunjukkan tingginya nilai kegiatan dakwah  “Dakwah” merupakan suatu risalah Ilahiyyah yang terpuji dan mulia. Para penyeru ke jalan Allah tentu merupakan manusia pilihan Allah yang disayangi-Nya. Mereka merupakan aparat-Nya untuk menyampaikan hidayah dan bimbingan Allah. Firman Allah:&lt;br /&gt;Siapakah yang lebih baik perkatannyan dari orang yang menyeru ke jalan Allah dan berkata, “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Islam)”. (QS Al Fushshilat 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;Dan seandainya Allah menunjuki sebab engkau, maka  itu lebih baik baik dirimu dari pada dunia dan segala isinya. (HR Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menunjukkan pada kebaikan maka dia mendapat pahala sesuai dengan yang diperoleh orang yang melakukannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberi contoh yang baik, maka ia memperoleh pahala seperti orang yang mengikutinya (HR Ahmad dan lainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kegiatan yang lebih mulia dan tugas yang lebih utama dihadapan Allah dari berdakwah ke jalan-Nya. Bukankah dengan dakwah ini kita melanjutkan Risalah Rasulullah Sallalahu Alaihi Wa Sallam, manusia yang paling mulia dan dicintai Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah di kampus merupakan bagian integral dari dakwah secara umum. Ia tidak berbeda dengan dakwah kepada manusia lain, hanya obyek dakwahnya memiliki ciri khas tersendiri, yaitu orang-orang terpelajar atau mereka yang mengaku sebagai intelektual atau calon-calon intelektual. Maka tujuan dakwah di kampus ini adalah mengajak para pelajar, mahasiswa dan dosen untuk mengenal Allah, Rasul dan Islam, dengan cara bijaksana dan pelajaran yang baik sehingga mereka beriman dengan keesaan Alllah, kelanjutan risalah, dan kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang baik dan bijaksana dalam dakwah di kampus adalah metode yang dapat diterima oleh obyek dakwah kampus pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen; dengan tidak menyalahi sunnah Rasulullah. Pelajar dan mahasiswa akan lebih mudah diajak mengenal Allah, Rasul, dan Islam melalui hal-hal yang akrab dan mereka geluti sehari-hari. Pendekatan keilmuan akan sangat membantu keberhasilan dakwah ini. Namun, menyentuh sisi fitrah lebih penting lagi karena obyek dakwah disini umumnya sangat kering dari unsur ruhiyah serta merindukan hidupnya fitrah mereka sebagai manusia yang tengah mencari bentuk pribadi dan jatidiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dan target dakwah kampus sama saja dengan sasaran dan target dakwah secara umum. Hanya perlu disadari, masyarakat kampus akan menjalani suatu masa yang tertentu di kampusnya msing-masing. Mereka mempunyai kesempatan terbatas di samping selalu digeluti oleh masalah-masalah studi. Jadi pendekatan dakwah yang menyeluruh ini hendaknya mempertimbangkan faktor tersebut. Kesempatan mereka berada di kampus merupakan peluang yang mahal bagi pembinaan, karena kondisinya sangat sesuai untuk penumbuhan berbagai macam kafaah yang diperlukan oleh gerakan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu dakwah umum di kampus hendaknya mengambil batasan yang jelas dalam sasaran dan target yang hendak dicapai. Yang terpokok adalah aktifis dakwah kampus berhasil menyajikan Islam sebagai kebutuhan fitrah insaniyah mereka sekaligus memberikan wawasan tentang integralitas Islam serta peranan mereka dalam kebangkitan Ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Urgensi Dakwah Umum di Kampus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan tumbuh suburnya berbagai kegiatan umum di kampus, kampus akan tampil sebagai pelopor kegiatan Islam. Hal ini membangkitkan elemen-elemen masyarakat lain untuk ikut terlibat berpartisipasi sehingga opini Islam di kalangan masyarakat akan mudah terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dakwah Islam perlu menampilkan kegiatan-kegiatan yang diterima secara umum dan menjadi wahana bagi pengembangan kepribadian para pelajar, mahasiswa, dan dosen muslim di kampus. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya telah berlangsung tetapi masih belum sepenuhnya diwarnai dengan Islam atau dikendalikan oleh kita. Ironisnya kegiatan-kegiatan tersebut tidak jarang dikendalikan oleh orang-orang yang jauh dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus itu merupakan mercusuar masyarakat di satu negeri, karena memberi dampak sosial yang cukup berarti… Dari itu, kita perlu mempertahankan kesinambungan peranan kampus untuk mendukung aktifitas dakwah  secara umum. Sehingga bilamana diperlukan, gerakan dakwah dapat menggerakkan para mahasiswa dan pelajar untuk memberi dukungan bagi aktifitas-aktifitasnya dalam rangka mebentuk opini Islam di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor ini kini dirasa semakin kurang mendapat perhatian. Bahkan ada kecenderungan para aktifis dakwah kampus untuk meninggalkan dakwah aamah di kampusnya dan berorientasi pada dakwah takwiniyah semata. Padahal sebuah gerakan dakwah yang baik akan mampu menguasai seluruh aspek kegiatan Islam secara bertahap dan seimbang sehingga kelak dapat menggerakkan berbagai lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kondisi Kampus Sebagai Medan Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kampus adalah lahan yang subur untuk manuver dakwah Islam. Ia berbeda dengan perkantoran, pabrik, pasar, dan lain-lain. Orang-orang yang datang ke kampus memang telah siap untuk menuntut ilmu dan mengembangkan penalarannya. Mereka bersikap terbuka dan kritis terhadap perubahan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang perlu diingat, dewasa ini, masyarakat kampus umumnya tidak dididik untuk memahami Islam dengan benar, juga tidak dengan metode yang Islami, meskipun kampus tersebut dibuat oleh kaum muslimin (Perguruan Tinggi Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya masyarakat kampus memiliki kondisi khas yang merupakan korban pola pendidikan jahiliyyah yang bertumpu pada beberapa segi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap berpikir ilmiah yang cenderung sekuler.&lt;br /&gt;2. Kebebasan berpendapat yang menafikan nilai-nilai wahyu.&lt;br /&gt;3. Kegiatan pendidikan (co education) yang melanggar akhlak.&lt;br /&gt;4. Kegiatan ekstra kurikuler yang laghwi (tidak bermanfaat ukhrowi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadikan masyarakat kampus kering dari nilai-nilai Islam. Mereka yang berminat untuk memperbaiki diri dan kepribadiannya mencari-cari berbagai jalan. Di saat seperti ini masuklah berbagai harokah haddamah (gerakan yang menghancurkan) ke dalam kampus sehingga menjadikan kampus sebagai arena utama mencari kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kampus adalah sasaran utama ghazwul fikri yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Boleh dikatakan, tiada kampus yang sunyi dari upaya-upaya tasykik, tasywih, tadzwib, dan tafkir. Orang-orang Nasrani sengaja memasukkan berbagai jenis kesenangan dan hiburan yang digandrungi para pemuda. Mereka mengupayakan masyarakat kampus lalai dan jauh dari ajaran Islam. Mereka tidak segan-segan mempopulerkan berbagai acara sekuler dan bertentangan dengan ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai organisasi kemahasiswaan diwarnai oleh sekularisme sebagai hasil masukan pemikiran Yahudi dan Nasrani. Organisasi mantel Yahudi seperti Rotary dan Lion juga telah mnyebar di kampus-kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat berbagai jenis dakwah Islam mulai menempati tempat yang subur di kampus. Gerakan yang bersifat Juz’i pun mendapat tempat di hati masyarakat kampus, bahkan berkembang khususnya di kampus-kampus sekolah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kelompok mahasiswa sekuler masih cukup dominan di kampus-kampus. Mereka ini menganggap diri netral dan tidak berpihak pada satu golongan tertentu. Padahal keadaan mereka jelas merupakan pengaruh dari rancangan zionisme dan missionaris internasional. Jumlah mereka di berbagai kampus biasanya mayoritas. Lebih dari itu, mereka inilah yang biasanya menguasai kelembagaan-kelembagaan kampus sehingga berbagai kegiatan kampus berwarna sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tentang medan dakwah kampus terkait dengan unsur-unsur berikut ini:&lt;br /&gt;1.    Peraturan yang berlaku di kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Keputusan pemerintah tentang lembaga-lembaga kampus&lt;br /&gt;* Keputusan Mendikbud tentang kurikulum&lt;br /&gt;* Keputusan pimpinan tentang peraturan-peraturan otoritas kampus masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Suasana ilmiah yang dibentuk kampus tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perpustakaan&lt;br /&gt;* Laboratorium&lt;br /&gt;* Studio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Suasana lingkungan kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pemondokan (asrama, tempat kost, kontrak rumah, dsb-nya)&lt;br /&gt;* Sarana-sarana ibadah (mesjid, gereja, pura, dsb-nya)&lt;br /&gt;* Sarana-sarana hiburan dan olahraga (diskotik, stadion/lapangan olahraga, bilayard, video game/play station, bioskop, dsb-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kecenderungan umum para pengajar beserta karyawan-karyawan di kampus tersebut&lt;br /&gt;5.    Kecenderungan mahasiswa atau pelajarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kecenderungan pada kegiatan fisik&lt;br /&gt;* Kecenderungan pada kegiatan seni&lt;br /&gt;* Kecenderungan pada kegiatan ilmiah&lt;br /&gt;* Kecenderungan pada kegiatan sosial&lt;br /&gt;* Kecenderungan pada kegiatan kerohanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka para mahasiswa di kampus dalam pandangannya terhadap Islam dapat kita golongkan dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka yang antipati terhadap ajaran Islam (non Islam, sekuler, nasionalis)&lt;br /&gt;2. Mereka yang tidak perduli terhadap ajaran Islam (floating mass)&lt;br /&gt;3. Mereka yang menaruh minat terhadap Islam tetapi belum menemukan jalan&lt;br /&gt;4. Mereka yang sangat antusias terhadap Islam tetapi mengambil jalan yang salah&lt;br /&gt;5. Mereka yang terlibat dengan dakwah Islam di kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari sisi dakwah, kondisi kampus dewasa ini sangat memprihatinkan. Termasuk di sekolah atau universitas yang berlabelkan Islam. Langkah penyelamatan hendaknya segera dilakukan untuk kejayaan Islam wal muslimin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sarana-Sarana Dakwah Umum di Kampus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sarana-sarana untuk kegiatan dakwah umum dan pergerakan terbuka di kampus antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Unit kerja kerohanian Islam pada jajaran kerja SMPT/BEM atau seksi kerohanian OSIS&lt;br /&gt;2. Forum-forum seperti  latihan manajemen, latihan kepemimpinan, kursus kader koperasi, kursus jurnalistik, studi terhadap minat dan lain-lain&lt;br /&gt;3. Himpunan-himpunan jurusan atau profesi&lt;br /&gt;4. Buletin, majalah dinding, jurnal&lt;br /&gt;5. Mesjid kampus&lt;br /&gt;6. Panitia Hari Besar Islam&lt;br /&gt;7. Kegiatan kerohanian di asrama mahasiswa dan pemondokan&lt;br /&gt;8. Dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-1432037887391942695?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/1432037887391942695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/setelah-memahami-bab-ini-diharapkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1432037887391942695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1432037887391942695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/setelah-memahami-bab-ini-diharapkan.html' title='DAKWAH UMUM DI KAMPUS'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-5835771243769857149</id><published>2008-07-14T02:58:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:28:02.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRIBADI AKTIFIS DAKWAH KAMPUS'/><title type='text'>PRIBADI AKTIFIS DAKWAH KAMPUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah memahami bab ini hendaknya para aktifis dakwah kampus mampu bersikap dan bersifat ihsan dalam melakukan aktifitas dakwah di kampusnya masing-masing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapakah yang dimaksud aktifis dakwah di sini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktifis dakwah kampus yang dimaksud di sini buknlah semata-mata berarti ia seorang mubaligh atau ahli seminar di kampus-kampus. Tetapi juga setiap ikhwah yang terlibat dalam kegiatan dakwah kampus. Mereka hendaknya aktif berperan serta dalam dakwa aamah dan harokah zhohiroh di kampus tersebut. Tidak ada alasan untuk meninggalkan tugas dakwah ini. Keterlibatan setiap aktifis dakwah kampus berpengaruh besar terhadap kelancaran program dakwah aamah di kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktifis dakwah di kampus harus memahami betul medan dakwah yang akan dihadapinya. Karena ini merupakan modal dasar yang penting di samping modal kefahaman dakwah itu sendiri. Ia dituntut untuk memiliki sifat-sifat yang mampu mengantispasi gejolak obyek dakwah. Lebih dari itu diharapkan mampu menjadi problem solver dan pembimbing yang handal bagi para mad’unya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar memiliki daya tarik (kharisma) yang kuat di kalangan obyek dakwah kampus maka hendaknya setiap aktifis dakwah kampus melengkapi dirinya dengan sifat antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Sifat-Sifat Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat ini sesuai dengan sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang penyeru ke jalan Allah pada umumnya. Dalam pembahasan ini, kita akan mengemukakan dalil-dalil bagi sifat tersebut dan kaitannya dengan aktifitas dakwah kampus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Niat Yang Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas merupakan modal utama setiap da’i. Dakwah kita harus benar-benar menyeru ke jalan Allah (da’iyan ila sabilillah). Dalam mengajak manusia, termasuk para pelajar atau mahasiswa, kita tidak boleh mengharapkan yang lain daripada ridha Allah. Inilah kunci keberhasilan dakwah kita. Firman Allah:Itulah karunia yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah,’Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. (QS Asy-Syura 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdakwah di kampus, seorang aktifis dakwah kampus tidak berambisi menonjolkan dirinya, mencari popularitas, pengaruh, atau jabatan tertentu di dunia kemahasiswaan. Ia mengarahkan niatnya semata-mata untuk meninggikan agama Allah dengan menyebarkan syi’ar Islam di tengah lingkungan kampusnya. Ia senantiasa menghindar dari sifat riya yang menghapuskan amal. Sesungguhnya yang aku takuti dari kamu adalah syirik yang halus yaitu riya (HR Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan ini dibangun oleh hubungan yang kontinyu dengan Allah, dalam ibadah dan pendekatan ruhiyah. Orang yang dekat kepada Allah, senantiasa akan mengarahkan aktifitas hidupnya untuk jalan Allah. Sebaliknya orang yang jauh dari jalan Allah tidak akan bersifat ikhlas dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dakwah di kampus sifat ikhlas ini akan teruji dalam berbagai keadaan. Seperti ketika memilih mad’u yang hendak kita dakwahi, sewaktu mengarahkan mereka ke jalan Allah dan sebagainya. Seorang aktifis yang ikhlas misalnya, akan memilih mad’u berdasarkan kepentingan Islam bukan berdasarkan kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Benar Dan Jujur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktifis dakwah kampus hendaknya memiliki sifat siddiq. Siddiq artinya benar dan jujur dalam menyampaikan kebenaran ajaran dinullah. Tidak membuat-buat  kedustaan atas nama Dinullah untuk maksud-maksud tertentu. Kejujuran itu merupakan wasilah (sarana) penghubung dalam dakwah dan membawa ke jalan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke syurga. Selama seseorang benar dan selalu memilih kebenaran, dia tercatat di sisi Allah seorang yang jujur. Hati-hatilah terhadap dusta, sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang berdusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong). (HR Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Amanah Dan Tidak Khianat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktifis dakwah kampus hendaknya memiliki sifat amanah terhadap berbagai tanggung jawab yang dipikulkan kepadanya. Amanah utama adalah menyampaikan ajaran Islam kepada obyek dakwah kampussesuai dengan kebutuhan ummat dengan metode yang minhaji, serta ditunaikan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS Al-Anfal 27)&lt;br /&gt;Sesungguhnya sifat amanat merupakan ciri khas orang mukmin, sedangkan khianat merupakan watak orang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Tawadlu Dan Berprestise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktifis dakwah kampus hendaknya bersikap tawadlu (rendah hati) terutama terhadap sesama anggota masyarakat kampus yang beriman. Sikap tawadlu akan meningkatkan derajat pribadi sehingga menjadi berwibawa dan berkharisma. Sebaiknya sifat sombong dan memalingkan muka dari manusia akan mengakibatkan kebencian orangnya dan jatuhnya derajat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku ”bertawadlulah (rendahkan diri) hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya”. (HR Muslim). Sifat tawadlu tidak akan menjatuhkan gengsi seseorang , bahkan akan menaikkan prestisenya. Bila seseorang yang intelek memiliki sifat tawadlu, masyarakat pun akan menaruh hormat, karena dia sebenarnya dimuliakan Allah dengan ilmunya. Rasulullah bersabda: Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang memaafkan melainkan kemulyaan. Dan tiada orang yang bertawadlu (merendahkan diri) karena Allah melainkan dimuliakan oleh Allah. (HR Muslim)     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.Lemah Lembut, Pemaaf dan Penyantun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sifat lemah lembut merupakan modal utama para aktifis dakwah karena sifat ini akan membuatnya luwes dalam bergaul menghadapi berbagai lapisan masyarakat termasuk lapisan pelajar dan mahasiswa. Jiwa muda membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang terpancar dari kelemahlembutan. Rasulullah juga memerintahkan agar para du’at bersikap lemah lembut, pemaaf, dan penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan gambaran kecintaan Allah kepada orang yang lembut ini Beliau bersabda: Sesungguhnya allah lunak, suka pada kelunakandan memberi karena kelunakan dan ketenangan apa-apa yang tidak didapat dengan kekerasan, terburu-buru dan sebagainya. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;6.Sabar Dan Teguh Pada Pendirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktifis dakwah kampus akan berhadapan dengan para pelajar dan mahasiswa yang notabene merupakan produk sistem jahiliyyah yang kini tengah berlaku. Kita menyadari betapa besar potensi dan peranan mereka bagi dakwah dan ketinggian ajaran Islam, dari sudut intelektualitas, sikap kritis, maupun prospek masa depan. Karena itu, hendaknya kita shabar dengan teguh dalam berdakwah di kampus. Hendaknya ada kesiapan untuk kerja keras dan ekstra ketat karena akan menghadapi berbagai tantangan dari pihak-pihak yang sama-sama berkepentingan terhadap obyek dakwah kampus. Karena itu, hendaknya kita beradu kesabaran dengan mereka. Mengapa mereka begitu shabar dalam kebathilannya sementara kita tidak sabar untuk menetapi kebenaran?&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetap bersiap siaga. Bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat kejayaan. (Ali Imron 200).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Sifat-Sifat Khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di samping  sifat-sifat dasar bagi juru dakwah, aktifis dakwah kampus hendaknya memiliki pula sifat khas untuk menghadapi obyek dakwahnya yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, dan sivitas akademika lainnya. Penjabaran dari sifat-sifat ini kita  kaitkan dengan kepentingan dakwah di kampus. Beberapa sifat tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Kritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah aktifis kampus hendaknya kritis terhadap permasalahan yang sedang trend di masyarakat, dapat memberikan suatu tanggapan yang positif dan Islami terhadap berbagai permasalahan yang ada. Hal ini tercermin dalam sikap dan pembicaraannya. Sifat kritis dapat dikembangkan dengan selalu mengikuti berita-berita yang ada di mass media.&lt;br /&gt;Sifat kritis dibutuhkan untuk menghadapi pola pikir mahasiswa yang kritis dan realistis. Mereka ingin mendapatkan jawaban Islam yang mampu mengantisipasi realitas yang ada da tidak mau dijejali dengan teori-teori semata.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berkualitas) dalam segala kegiatan. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Lugas Dan Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersifat lugas artinya lincah dan fleksibel, tidak bersikukuh dengan satu uslub atau cara dalam rangka melakukan suatu tindakan. Selalu terbuka dalam menerima ide-ide baru yang positif dari berbagai pihak. Jangan mempersempit ruang gerak sendiri dengan terlalu memaksakan ide sendiri atau menimbulkan banyak musuh dengan menolak pandangan-pandangan dan ide-ide yang kurang sesuai dengan keinginan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ide dan pandangan obyek dakwah kampus biasanya rapuh dan cepat sekali berubah. Belum ada suatu bentuk baku pada pandangan mereka. Untuk merubahnya, hendaknya kita mau menyelami pemikiran mereka sedikit kemudian melakukan perubahan secara sistematis dan akurat, bukan menolak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat terbuka sesuai  dengan karakteristik ulul albab. Allah berfirman: Dan orang-orang yang menjauhi thagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira. Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (QS Az Zumar 17-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Memiliki Leadership&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aktifis dakwah kampus hendaknya memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Mampu untuk mengelola suatu kegiatan, mengambil keputusan, memimpin pertemuan, memenej organisasi, dan lain-lain. Juga memahami segi-segi administrasi modern yang saat ini berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat dibutuhkan baik sebagai wasilah (sarana) dakwah maupun dalam prencanaan atau pelaksanaan dakwah sendiri. Aktifis yang mampu untuk menerobos pada kelembagaan-kelembagaan yang ada baik intar maupun ekstra jelas harus memiliki bekal ini sehingga ia mampu mewarnai, merembes, sampai dapat mengendalikan suatu kegiatan sehingga memiliki nilai dakwah yang baik tanpa kehilangan sifat pribadi muslim dan aqidah Islamiyyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dakwah sekarang memerlukan kader-kader yang bersifat Aliimun Za’iim (pandai dan mapu memimpin) dan Hafidzun Amiin (pemelihara dan terpercaya).&lt;br /&gt;Jiwa pemimpin  yang diperlihatkan Rasulullah seperti suka bermusyawarah, memaafkan kesalahan orang, bersikap lunak, dan lain-lain. Sebagaimana dikemukakan Al Qur’an:&lt;br /&gt;“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lembut kepada mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusywarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakklah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS Ali Imron 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-5835771243769857149?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/5835771243769857149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/pribadi-aktifis-dakwah-kampus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5835771243769857149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5835771243769857149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/pribadi-aktifis-dakwah-kampus.html' title='PRIBADI AKTIFIS DAKWAH KAMPUS'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-2051082331430638656</id><published>2008-07-14T02:46:00.005+07:00</published><updated>2008-10-12T22:28:28.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DAKWAH FARDIYAH DI KAMPUS'/><title type='text'>DAKWAH FARDIYAH DI KAMPUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah memahami bab ini aktifis dakwah kampus diharapkan mampu untuk melakukan dakwah fardiyah dan membimbing para mad’u yang potensial kepada halaqoh-halaqoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok aktifis dakwah kampus hendaknya memiliki kemampuan daya rekrut yang tinggi. Bagi para pelajar, mahasiswa dan dosen kita, daya rekrut ini hendaknya terus-menerus ditingkatkan dengan berbagai jalan. Salah satunya adalah dengan dakwah fardiyah yang intensif terhadap pelajar atau mahasiswa yang berpotensi di kampusnya masing-masing.&lt;br /&gt;Dakwah fardiyah di kampus sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dakwah fardiyah untuk masyarakat umum. Bahkan di sini kita mendapat kesempatan yang lebih luas untuk melakukan pendekatan ilmiah melalui buku-buku, studi Islam, kegiatan-kegiatan Islam, dan lain-lain. Pendekatan yang diberikan hendaknya juga sesuai dengan bidang yang diminati mad’u. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah fardiyah hanya merupakan satu dari sekian banyak uslub dakwah yang efektif untuk melakukan pembinaan. Pada prinsipnya, Islam membuka jalan selebar-lebarnya bagi perkembangan uslub dakwah ini, sepanjang tidak menyalahi metode yang bijaksana dan pengajaran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Serulah ke jalan Allah dengan hikmah dan pengajaran yang baik. Berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik”. (QS An Nahl 125).&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “ Tidaklah seharusnya orangmenyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah lembut dalam dalam menyuruh dan melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang dan adil terhadap apa yang harus dilarang”. (HR Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah fardiyah mempunyai akibat dan kesan yang baik pada pada mad’u, karena mad’u terkontrol sepenuhnyaoleh seorang aktifis dakwah. Selain itu dakwah fardiyah merupakan jembatan antara dakwah aamah dan takwiniyah. Ia dilakukan pada tahap permulaan untuk dakwah aamah dan ditahap pertengahan untuk pengkaderan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-Langkah Dakwah Fardiyah Di Kampus &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Inventarisasi Potensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah penting dalam memulai dakwah fardiyah di kampus adalah menginventarisasi potensi kampus. Gunanya untuk memetakan sasaran dakwah yang akan dilakukan. Inventarisasi ini dilakukan bersama-sama dengan aktifis dakwah kampus lain di kampus tersebut. Bisa juga dengan melibatkan mereka yang kenal dengan kondisi kampus seperti para alumni, guru, dan sebagainya, dengan tanpa menimbulkan kecurigaan dalam pengumpulan datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inventarisasi potensi bisa pula memanfaatkan data-data statistik yang ada pada sekolah, jurusan, fakultas, atau universitas yang bersangkutan. Ini dilakukan minimal setiap pergantian semester, terutama pada saat penerimaan pelajar dan mahasiswa baru. Agar efektifnya kegiatan ini, hendaknya para aktifis dakwah kampus yang ada dalam suatu kampus/sekolah mengadakan pertemuan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Memilih Mad’u&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila aktifis dakwah kampus telah mengenal kondisi medan dakwah kampus yang dihadapi, maka ia wajib memilih mahasiswa-mhasiswa yang potensial untuk diadakan pendekatan pribadi. Pilihan dilakukan berdasarkan syuro dalam pertemuan yang melibatkan seluruh aktifis dakwah kampus yang terlibat dalam kampus yang bersangkutan atau lembaga dakwah yang kita bentuk. Yang dimaksud pelajar dan mahasiswa potensial di sini adalah mereka yang memiliki kemampuan penalaran yang tinggi dan mempunyai fitrah yang baik untuk dikembangkan ke arah amal Islami di masa datang walau mungkin saat ini perilakunya belum Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Melakukan Pendekatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu memilih langkah yang tepat untuk merekrut pelajar, mahasiswa atau dosen tersebut. Pendekatan bertujuan untuk membina hubungan baik (silaturrahim) yang kelak akan ditingkatkan pada hubungan dakwah. Kunci dari keberhasilan dakwah ini adalah keteladanan. Keteladanan yang diberikan aktifis dakwah kampus akan memberikan hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis pendekatan yang bisa dilakukan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Pendekatan Jasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini sebaiknya dilakukan di tahap awal dakwah fardiyah. Biasanya para mahasiswa dan pelajar yang baru masuk sangat membutuhkan bantuan dari kakak-kakak kelas mereka (senior) seperti pencarian pemondokan, biaya sekolah, bea siswa, dan sebagainya. Alangkah baiknya bila aktifis dakwah kampus membantu mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas kampus kendati hanya sekedar informasi. Mereka yang memperoleh bantuan ini biasanya merasa sangat berhutang budi dan patuh kepada orang yang menolongnya sehingga mudah didakwahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Pendekatan Ilmiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan memberikan bimbingan pelajaran yang diperlukan oleh mereka yang kita arahkan. Ini bisa dilakukan dengan tentir-tentir dalam berbagai mata kuliah atau mata pelajaran tertentu yang biasanya dianggap sulit. Dalam bimbingan tersebut, tentu saja kita selipkan hal-hal yang bisa menyentuh fitrah keislaman mereka. Pemberian buku-buku pelajaran, diktat, alat-alat praktek, dan sebagainya, yang dibutuhkan oleh mereka akan sangat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Pendekatan Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu Pendekatan berdasarkan hubungan famili dengan mad’u yang hendak kitapilih. Misalnya kaka terhadap adik, paman terhadap keponakan, dan sebagainya. Pendekatan ini biasanya cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Pendekatan Kurikuler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pendekatan yang memanfaatkan penyelenggaraan kurikulum pelajaran sekolah yang bersangkutan. Bagi para aktifis dakwah kampus yang telah menjadi dosen melalui pelajaran yang diajarkan atau dengan memberi tugas-tugas khusus yang membuatnya lebih jauh berkenalan dengan calon mad’u. para senior bisa memanfaatkan saat-saat OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) untuk melakukan hubungan dan menawarkan berbagai jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Pendekatan Non Kurikuler&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pendekatan yang memanfaatkan kegiatan-kegiatan non kurikuler seperti olahraga atau kesenian. Tetapi para da’i hendaknya berhati-hati melakukan pendekatan ini, jangan sampai terperosok pada hal-hal yang laghwi. Para aktifis dakwah kampus yang memiliki keahlian tertentu dapat memanfaatkan keahliannya dalam pendekatan ini. Misalnya seseorang yang mampu melakukan beladiri hendaknya menggunakan beladiri tersebut untuk wasilah dakwah fardiyah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan hendaknya tidak terlalu ngotot terhadap orang-orang tertentu yang dianggap potensial. Sebenarnya orang-orang yang mau mengikuti jalan dakwah ini adalah manusia-manusia pilihan Allah. Tidak mustahil orang yang kita anggap potensial ternyata sukar disekati. Bershabarlah dalam melakukan pendekatan karena keberhasilannya sangat tergantung kepada hidayah Allah terhadap seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Tahapan Dakwah Fardiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian terpenting pembahasan ini adalah melakukan dakwah fardiyah kepada mad’u yang telah berhasil didekati. Dalam hal ini perhatikan langkah-langkah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Memperkenalkan mad’u dengan kebesaran Allah, kemuliaan dan keagungan-Nya dalam berbagai segi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memperkenalkan mad’u pada kebesaran Allah merupakan langkah awal dari setiap dakwah fardiyah. Pendekatan yang paling tepat untuk ini adalah melalui bidang studi yang digeluti oleh para mad’u. Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa para pelajar atau mahasiswa yang punya kecenderungan pada ilmu-ilmu murni mudah didekati melalui disiplin ilmu yang mereka amati. Sementara para pelajar atau mahasiswa yang kecenderungannya ilmu sosial memerlukan penjelasan Islam yang rasional dan menyentuh masalah-masalah fitrah kemanusiaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mad’u dapat kita perkenalkan pada keagungan dan kemuliaan Allah melalui obrolan-obrolan sederhana tetapi memberikan masukan imani ke dalam hatinya. Atau dengan memberikan buku-buku aqidah yang sederhana dengan penjelasan yang menggunakan ayat-ayat kauniyah. Mad’u juga dapat diperkenalkan pada Allah melalui gejala-gejala sosial kehidupan yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•tentang keindahan dan kesempurnaan ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemahaman mad’u tentang kebesaran Allah terbentuk, ia perlu mengerti tentang ajaran Islam. Maka kewajiban selanjutnya adalah menyajikan Islam dalam penampilan yang sebaik-baiknya. Islam yang difahamkan kepada mad’u hendaknya merupakan prinsip-prinsip dasar, jauh dari ikhtilaf yang ada pada kaum muslimin. Yang paling penting bagi mad’u di kampus adalah segera memahami aksioma (albadihiyat) dalam islamdan melihat keselarasan Islam dengan sunah kauniyah (sunnatullah di alam semesta). Jauhkan mad’u dari memandang Islam secara sempit atau sukar dipelajari karena terlalu banyak atribut. Bila upaya ini berhasil, rincian Islam akan ia pelajari sendiri dengan bimbingan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahap ini, dakwah aamah biasanya memberi peran yang besar dalam menimbulkan perubahan pada diri mad’u. Karena itu untuk lebih menyempurnakan interaksi mad’u dengan Islam, hendaknya mereka mulai dibawa pada kegiatan Islam di kampus seperti mendengarkan ceramah, diskusi keislaman, dan sebagainya yang bersifat teoritis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Mengadaptasikan mad’u pada suasana hidup Islami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dengan membawa mad’u pada kegiatan-kegiatan praktis Islam. Seperti mengikutsertakannya pada rihlah, jambore, wisata Islam, pengkajian tafakur di alam terbuka, dan sebagainya. Bisa juga dengan melibatkan mad’u pada pada kepanitiaan kegiatan dakwah, bazar Islam dan sebagainya. Mad’u hendaknya dilibatkan dalam pembentukan opini Islam yang dibentuk di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai pada langkah ini adalah membuat mad’u merasakan kenikmatan suasana Islami yang penuh kekompakan dan persaudaraan. Pada gilirannya ia mempunyai kesimpulan bahwa Islam adalah pedoman hidup yang sempurna dan tidak ada kelemahannya.  Dengan demikian mad'u ’kan bangga dengan Islam dan mulai mengislamisasikan dirinya atau memperlihatkan identitas Islam dalam penampilannya sehari-hari.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Membimbing mad’u dalam beribadat dan mendekatkan diri kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu memperbaiki hubungan mad’u dengan Allah dengan memberikan penjelasan-penjelasan praktis tentang ibadat seperti sholat, membaca Al Qur’an, melakukan shoum sunnah dan sebagainya. Beberapa hukum fiqih yang sederhana hendaknya mulai diperkenalkan kepada mad’u. Dengan memberikan buku yang praktis atau dengan memb erikan contoh langsung. Tetapi kita harus menghindarkan mad’u pada bentuk-bentuk ikhtilaf yang membawa pada perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak mahasiswa memerlukan perbaikan dalam membaca Al Qur’an tetapi enggan belajar karena tidak ada pembimbing. Banyak pula mahaiswa yang ingin melakukan sholat tetapi tidak mau mengerjakan karena tidak ada yang membimbing.&lt;br /&gt;Setelah langkah keempat ini tsiqoh mad’u akan semakin meningkat, di saat itulah kita bisa melakukan kegiatan untuk mengarahkan mad’u pada kegiatan dakwah khusus atau pengkaderan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;•Mengantar mad’u untuk memperdalam ajaran Islam dalam halaqoh-halaqoh tarbiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai mengajak mad’u untuk mengikuti mukatsaf tentang islam atau mendorongnya belajar kepada seorang ikhwah yang mampu membina. Memungkinkan, ia bisa dibina sendiri oleh kita dalam halaqoh. Pembinaan yang sifatnya umum hanya sampai ke peringkat ini, selanjutnya mad’u diperkenalkan kepada dakwah yang lebih syamilah. Tentu saja melalui proses pemilihan yang selektif.&lt;br /&gt;Dari langkah ini, tampaklah kesinambungan dakwah umum dengan pembinaan yang kita lakukan. Dakwah fardiyah berfungsi sebagai pengantar bagi aktifitas dakwah yang lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UNTUK DIDISKUSIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Seandainya antum ditunjuk untuk menjadi salah seorang panitia penerimaan mahasiswa baru di fakultas. Apa yang antum lakukan untuk dakwah? Coba sebutkan secara rinci!&lt;br /&gt;2.Buatlah rancangan rekruiting di fakultas antum selama satu semester yang akan dilaksanakan oleh seluruh aktifis dakwah kampus yang terlibat dalam dakwah yang berada di fakultas dimana antum berada.&lt;br /&gt;3.Gerakan dakwah membutuhkan informasi akurat tentang gerakan haddamah non Islam yang berkembang di kampus antum dan menugaskannya kepada antum. Langkah-langkah apa saja yang akan antum lakukan? Sebutkan satu persatu sehingga informasi itu bisa diperoleh seakurat mungkin.&lt;br /&gt;4.Bagaimanakah menghadapi seorang yang potensial, berminat dengan dakwah kita, tetapi telah mengikuti kelompok dakwah lain.&lt;br /&gt;5.Buatlah daftar hambatan-hambatan dakwah fardiyah yang mungkin antum jumpai di sekolah antum beserta penyelesaian yang mungkin untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-2051082331430638656?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/2051082331430638656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/dakwah-fardiyah-di-kampus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2051082331430638656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2051082331430638656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/dakwah-fardiyah-di-kampus.html' title='DAKWAH FARDIYAH DI KAMPUS'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-181208016188627897</id><published>2008-07-14T02:33:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:28:54.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH'/><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah memahami bab ini para aktifis dakwah kampus hendaknya mampu menyelenggarakan dakwah di kampusnya secara ihsan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyelenggara dakwah di berbagai kampus, baik sekolah maupun perguruan tinggi, perlu dibekali dengan kemampuan praktis yang membuatnya lebih mampu untuk bergerak sesuai dengan tuntutan medan dakwah. Tetapi di samping itu mereka harus tetap konsisten dengan aqidah shahihah, fikroh salimah dan manhaj dakwah. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ada 3 (tiga) modal dasar bagi para aktifis dakwah kampus, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Penguasaan medan dakwah di kampus masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal ini meliputi penguasaan terhadap medan dakwah, situasi dan kondisi kampus, serta peraturan-peraturan yang berlaku di kampus tersebut. Pengenalan terhadap medan dakwah merupakan keharusan bagi para penyelenggara dakwah sebagaimana telah kita ungkapkan dalam pembicaraan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Penguasaan fiqhud dakwah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang penyelenggara dakwah kampus hendaknya memahami betul tahapan (marhalah) yang mesti ditempuh sesuai dengan kondisi yang dihadapinya. Sikap tergesa-gesa dan lepas control tidak akan membawa kebaikan bagi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dakwah kampus yang difokuskan oleh penyelenggara dakwah hendaknya bersifat umum dengan memilih marhalah yang tepat secara tawazun dan tadarruj. Dengan demikian, lebih memungkinkan untuk cepat membentuk opini Islam. Hendaknya aktifis dakwah kampus jangan menyamakan dakwah aamah dengan pembinaan takwiniyyah sebab dapat menimbulkan fitnah dalam kelangsungan dakwah di kampus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Ketrampilan menyelenggarakan kegiatan yang menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan ini lahir dari kemampuan manajerial dan kreatifitas yang tinggi. Kemampuan memimpin dan mengelola suatu kegiatan dakwah yang menarik sebenarnya dapat dipelajari dan dilatih. Kesungguhan akan belajar tentu akan membuat Allah memberi kita jalan untuk meningkatkan dakwah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Dan orang-orang yang berjihad untuk mencapai keridhoan Kami, sungguh Kami akan tunjukkan kepada mereka Jalan-Jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS: Al-Ankabut 69)” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH UMUM DI KAMPUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap aktifis hendaknya memiliki pedoman dasar yang jelas dalam menyelenggarakan dakwah aam di kampus. Sebab lahan dakwah kampus perlu di bina dengan pendekatan yang khas dan sesuai dengan alam berpikir obyek dakwahnya.&lt;br /&gt;Ditinjau dari fiqhud dakwah, beberapa prinsip berikut ini hendaknya diperhatikan oleh para aktifis dakwah kampus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Mengutamakan Dinamika Gerak Bukan Kebekuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Islam senantiasa bersifat dinamis, kreatif, dan penuh daya hidup. Ini memang telah menjadi ciri khas yang membedakannya dengan seruan-seruan di luar Islam. Sejak awal  Islam telah menyatakan perang terhadap jumud dan statisme. &lt;br /&gt;Firman Allah: “Dan janganlah kamu mengikuti yang tidak ada pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan diminta pertanggungjawabannya.  (QS: Al Isra 36)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak akan mengajarkan ummatnya untuk bersikukuh dengan suatu  tradisi tertentu yang dianggap berasal dari agama padahal tidak bersumber dari Kitabullah atau sunnah Rasul-Nya. Ia membedakan sunnah yang adapt dan syar’i secara jelas, menerima perombakan dalam wasilah (sarana) atau metode (uslub) sepanjang tidak menyalahi aqidah, syari’at atau akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek dakwah kampus umumnya menaruh perhatian pada  sifat dinamis dan aktif, bukan kejumudan atau kebekuan. Dari itu, mahasiswa atau pelajar yang didakwahi hendaknya mendapat kesempatan berdialog secara bebas dan terbuka. Sesungguhnya aqidah dan fikroh Islam itu teruji secara ilmiah sepanjang pengakuan terhadap fitrah  tetap dipegang teguh. Berbeda dengan pola-pola hidup jahiliyyah yang menyimpang dari fitroh maupun rasio manusia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2.Mengutamakan Kesederhanaan Bukan Berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan dakwah tidak perlu bertumpu pada biaya mahal atau penampilan yang glamour. Apalagi kantong mahasiswa umumnya tidak cukup kuat untuk menanggung beban yang berat sementara mereka sendiri tengak kita ajak ke jalan Allah. Gunakan sarana-sarana yang ada seperti mesjid, ruang kelas, aula dan sebagainya untuk kegiatan dakwah tanpa menentukan biaya yang berat bagi para audiens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai organisasi dakwah pemuda yang membina mahasiswa lebih banyak memboroskan biaya ketimbang membentuk opini mahasiswa, ini karena para penyelenggaranya tidak memahami watak Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Dan janganlah kamu memboroskan hartamu secara berlebihan. Sesunguhnya pemboros-pemboros itu adalah kawan syaitan dan sesungguhnya syaitan itu amat ingkar kepada Rabb-Nya. (QS: Al-Isra 26-27).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dakwah kepada mahasiswa, yang terpenting adalah memudahkan para audiens menagkap pesan-pesan Islam bukan kegiatan yang mewah tanpa mencapai target yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Metodologi Yang Fleksibel. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah aamah memerlukan berbagai sarana yang komunikatif dalam penyampaiannya. Para pelajar dan mahasiswa sangat partisipatif terhadap penyampaian yang fleksibel, tidak monoton atau membelenggu pemikiran. Penyajian dakwah tidak mesti dengan khutbah atau ceramah saja, tetapi segenap cara boleh digunakan sepanjang tidak bertentangan dengan aqidah, fikroh mapun akhlak. Ini merupakan sifat khas dakwah Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang lebih baik. (QS: An-Nahl 125).&lt;br /&gt;Rasulullah dalam berdakwah selalu menggunakan cara yang mudah, sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan oleh para  mad’u-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Bersabda, “Mudahkanlah (segala urusan) dan janganlah mempersulit ! Dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Tema Dan Isi Yang Menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Terarah Dan Berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Memberikan Keteladanan Dalam Segala Segi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Membentuk Opini Dan Lingkungan Yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Menuju Kepada Pembinaan Yang Tuntas, Integral, Dan Tidak Parsial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-181208016188627897?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/181208016188627897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/prinsip-prinsip-penyelenggaraan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/181208016188627897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/181208016188627897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/prinsip-prinsip-penyelenggaraan-dakwah.html' title='PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN DAKWAH'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-2305070883316072209</id><published>2008-07-02T15:35:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:29:12.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KISAH MANIS PENGORBANAN'/><title type='text'>KISAH MANIS PENGORBANAN</title><content type='html'>Semulia-mulia pengorbanan adalah di jalan Allah. Sepahit apapun pengorbanan tersebut, pasti akan terasa manis di ujungnya.&lt;br /&gt;ALKISAH. Tersebutlah tiga orang pemuda bersaudara dari Negeri Syam. Ketiganya adalah penunggang kuda yang gagah berani. Dalam sebuah pertempuran, ketiganya tertangkap dan dijadikan tawanan pasukan Romawi. Selama dalam penahanan ketiganya diperlakukan dengan sangat baik, bahkan segala kebutuhannya dipenuhi. Ternyata, semua itu hanya bujukan belaka agar mereka mau berpindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, mereka dihadapkan pada Raja Romawi. "Aku akan mengangkat kamu semua menjadi pejabat istana dan akan kunikahkan dengan puteriku, asal kalian mau berpindah agama," kata Raja Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya menolak tawaran itu dan hanya berkata, "Ya, Muhammadah!".&lt;br /&gt;Kesabaran sang raja akhirnya habis. Gagal membujuk dengan cara halus, ia mulai melakukan ancaman dan kekerasan. Di hadapan ketiga pemuda itu disiapkan sebuah kuali besar yang berisi minyak dan di bawahnya dinyalakan api. Tapi pemuda-pemuda itu tetap bersikukuh pada pendiriannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja makin geram. Satu persatu mulai dimasukkan ke dalam kuali. Diawali yang sulung, ia menggelepar kesakitan dengan disaksikan kedua adiknya. Lalu dicampakkan pula pemuda yang tengah. Keduanya syahid dengan cara yang amat mengenaskan; digoreng!. &lt;br /&gt;Tinggalah yang bungsu. Hampir saja ia dilemparkan ke dalam kuali andai saja tidak ditahan oleh seorang pejabat istana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuanku, jangan dibunuh dulu pemuda ini. Serahkanlah padaku. Aku sanggup membujuknya agar ia keluar dari Islam," usul pejabat tersebut.&lt;br /&gt;"Apa yang akan kamu perbuat?" Tanya raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tahu betul perangai orang Arab. Mereka akan lupa daratan bila dihadapkan pada wanita. Setahu saya tidak ada wanita yang paling cantik di negeri Roma ini secantik anakku. Serahkanlah pemuda itu kepadaku dan akan aku hadapkan kepadanya biar dialah yang akan membujuknya hingga ia mau keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja setuju dengan gagasan itu dan memberinya waktu empat puluh hari. Pejabat istana itu segera membawa pulang sang pemuda ke rumahnya. Lalu ia diserahkan kepada puterinya yang cantik jelita setelah terlebih dahulu memberitahukan rencananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, keduanya ditempatkan di sebuah ruangan yang terkunci rapat. Siang malam puteri itu membujuk sang pemuda dengan berbagai cara. Tapi sejak itu pula sang pemuda terus-menerus berpuasa di siang hari dan tahajud di malam hari. Hingga batas waktu yang ditentukan terlewati.&lt;br /&gt;Atas kebijakan raja, waktu "menggoda" pun ditambah empat puluh hari lagi. Keduanya diasingkan ke luar ibukota. Lagi-lagi sang puteri harus menemui kegagalan. Bahkan, secara perlahan hatinya mulai dihinggapi cahaya hidayah. Ia luluh melihat keteguhan sang pemuda dalam menjaga agama dan kesucian dirinya. Akhirnya, ia bersyahadat di hadapan sang pemuda.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREKA lalu meninggalkan tempat itu diam-diam. Berhari-hari mereka berjalan meninggalkan Romawi menuju Syam. Selama perjalanan, muncullah benih-benih cinta di antara mereka, hingga keduanya sepakat untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, ketika sedang berjalan, terdengarlah bunyi tapak kaki kuda. Tidak lama kemudian muncul dua orang kakak si pemuda yang telah syahid. Mereka dikawal para malaikat, lalu memberikan salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai abangku, bagaimana rasanya dicampakkan ke dalam minyak yang mendidih itu?" tanya si pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya sakit sebentar saja. Setelah itu aku ke luar, lalu terbang menuju Firdaus. Adapun kehadiran kami kali ini adalah untuk memberikan selamat atas pernikahanmu dengan gadis itu".&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;SAHABAT, pengorbanan sejati adalah panggilan hati. Ia tak mungkin lahir dari paksaan atau ancaman. Dan semulia-mulia pengorbanan adalah di jalan Allah. Sepahit apapun pengorbanan tersebut, pasti akan terasa manis di ujungnya, seperti manisnya kisah tiga pemuda di atas. (Ems) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-2305070883316072209?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/2305070883316072209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/kisah-manis-pengorbanan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2305070883316072209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2305070883316072209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/kisah-manis-pengorbanan.html' title='KISAH MANIS PENGORBANAN'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-1585485564410248511</id><published>2008-07-02T15:04:00.003+07:00</published><updated>2008-10-12T22:29:30.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan'/><title type='text'>Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan</title><content type='html'>Adalah Lathifah As Suri perempuan itu. Ia berdiri disamping Imam Syahid Al Banna. Sejak awal Imam Syahid telah menegaskan bahwa ia butuh seorang muslimah yang kokoh, yang tak lekang dan surut oleh banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menjadi istri seorang Hasan Al Banna. Seseorang yang setiap detik kehidupannya sarat dengan kegiatan dakwah. Di pagi buta dia sudah bergegas untuk memulai berdakwah dan kembali pulang di gelap malam. Bisa dipastikan ia adalah seorang muslimah sejati, yang bisa mengisi kekosongan-kekosongan yang ditinggalkan oleh Imam Syahid Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Lathifah As Suri perempuan itu. Ia berdiri disamping Imam Syahid Al Banna. Sejak awal Imam Syahid telah menegaskan bahwa ia butuh seorang muslimah yang kokoh, yang tak lekang dan surut oleh banyaknya halangan dan rintangan dalam berdakwah. Perjuangan Imam Syahid bukanlah suatu hal yang main-main, bukan hanya sekedar dakwah seperti kebanyakan orang waktu itu. Bukan hanya sekedar membangun rumah kardus. Imam syahid tengah dan hendak membangun sebuah peradaban. Dan ia percaya, peradaban tak akan pernah terwujud, tanpa seseorang yang ia yakini kesejatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka siapapun itu-pendampingnya-harus menyadari bahwa dipundaknya ada amanah yang sama besarnya dengan yang di emban oleh Imam Syahid. Ada dimensi waktu dan kuasa kapital disitu. Maka pertemuan diyakini menjadi suatu hal yang mahal bagi Imam Syahid dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagi Lathifah As Suri menjadi istri Hasan Al Banna menyimpan begitu banyak geregap. Sejak awal pernikahan, Lathifah sudah menyadari bahwa ia harus siap jika sewaktu-waktu dia harus menjalani hidup sendiri tanpa seseorang, tempat berlabuh hidup dan cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Ikhwah yang dipimpin oleh suaminya banyak meminta resiko yang bukan main-main. Penjara bahkan nyawa menjadi konsekuensi logis, yang sewaktu-waktu siap menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diminta, Lathifah sudah tahu dan mengerti bagaimana ia harus menempatkan dirinya. Ia memutuskan menutup seluruh aktivitas luarnya. Hanya satu yang ia curahkan, jihad utamanya adalah dilingkup rumahnya sendiri. Mengurus rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka berdua adalah dua hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang dilakukan oleh Hasan Al Banna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah dengan Hasan Al Banna, Lathifah berasal dari keluarga yang taat beragama. Hingga tak heran jika ia menyadari betul tuntutan hidup menjadi istri seorang dai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam, ia harus rela untuk terbangun menyambut kepulangan suaminya. Walau tak jarang Imam Syahid berlaku sangat hati-hati, bahkan hanya untuk membuka pintu rumahnya sekalipun. Jauh dilubuk hatinya, Imam Syahid tidak ingin mengganggu tidur bidadari terkasihnya yang telah seharian mengurus rumah dan anak-anak mereka berdua. Imam Syahid bahkan tak segan untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lathifah tidak pernah mengeluh, walau sehari-harinya hanya ia habiskan seputar rumah dan rumah saja. Ia tidak pernah menuntut lebih kepada Imam Syahid. Padahal, Lathifah pun -berlepas diri dari ia seorang istri Imam Syahid- menyimpan banyak potensi. Anak-anak mereka yang berjumlah enam orang sesungguhnya adalah pencurahan konsentrasinya menjalani hidup. Satu-satunya yang pernah membuat dirinya gamang adalah, ketika salah satu anak mereka sakit keras dan Imam Syahid harus tetap menjalankan jihadnya. Ia bertanya kepada suaminya,"Bagaimana jika ia meninggal?". Imam Syahid hanya menarik napas panjang, ia kemudian berujar "Kakeknya lebih tau bagaimana mengurusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dini, Lathifah menanamkan wawasan keislaman kepada anak-anaknya. Mendorong mereka untuk membaca, sehingga dalam hidupnya mereka tidak terpengaruh dengan seruan-seruan destruktif. Ketika Imam Syahid bolak-balik keluar penjara, Lathifah berusaha bersabar dan komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lathifah sangat menyadari peran dan kewajiban asasi seorang wanita sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Ia kosongkan waktunya untuk mendidik anak2nya. Ia bahagia melihat anak-anaknya sukses dalam hal akhlak dan amal. Ini tak mungkin terjadi jika seorang ibu sibuk di luar rumah. Seorang anak tidak mungkin belajar tentang akhlak dan amal dari orang selain ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hasan Al-Banna syahid, anak-anaknya belumlah dewasa. Lathifah tidak lantas menyerah. Tak ada kesah ataupun ketakutan dalam hatinya. Ia sangat memelihara apa yang dikehendaki oleh mendiang suaminya. Ia tetap berlaku didalam rumah. Lathifah tidahk meremehkan hudud (batasan) yang Allah tentukan. Karenanya, tak heran diantara anak-anaknya tidak ada ikhtilat (percampuran) antara anak-anaknya dan sepupunya yang berlainan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah dirumah itu, apa yang Imam Syahid inginkan berlaku dikeluarganya masih tetap di pegang teguh oleh Lathifah. Sendirian, ia besarkan keenam anaknya. Dirumahnya kini ia mempunyai tugas tambahan, yaitu memperdalam wawasan keislamannya.Yang dimaksud dengan wawasan keislamannya adalah membaca Al-Quran dengan tafsirnya, mempelajari Sunnah Rasulullah SAW, haditsnya dilanjutkan dengan usaha kuat untuk menerapkannya. LAthifah juga masih menyempatkan diri mempelajari sejarah para salafussalih dan berita seputar dunia Islam. Lathifah menyadari menyepelekan masalah ini akan memunculkan persoalan serius. Seorang yang tidak menambah pengetahuan keislamannya, akan merasa sulit untuk bangga dengan keagungan dan kebesaran Islam. Dengan melalui pemahaman keislaman yang baik, seorang wanita akan menyadari betapa penting perannya terhadap keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Lathifah membuahkan hasil yang gemilang. Semua anaknya sukses meraih predikat formal dalam pendidikan ilmiah. Yang sulung, bernama Wafa-menjadi istri Dr.Said Ramadhan. Kedua Ahmad Saiful Islam, kini sebagai sekjen advokat di Mesir. Ia juga pernah duduk di parlemen. Ketiga bernama Tsana, kini sebagai dosen di Universitas Kairo. Kelima Roja, kini menjadi dokter. Dan Halah sebagai dosen kedokteran anak di Universitas Azhar. Dan terakhir, Istisyhad sebagai doktor ekonomi Islam. Semuanya itu sebagai bukti, betapa berartinya sosok Ibu bagi keberhasilan dakwah sang suami. Selain juga untuk anak-anaknya, tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar info tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna syahid diusianya yang masih muda, sekitar 40 tahunan. Setelah seberondong timah panas ditembakkan oleh musuh-musuh Islam di sebuah jalan di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Hasan Al Banna masih bisa diselamatkan, tapi karena konspirasi politik para musuh Islam yang dipimpin oleh sang pengkhianat la'natullah Gamal Abden Naser, membuat tubuh Hasan Al Banna yang sedang sekarat dibiarkan tak berdaya, tanpa bantuan dari siapapun juga, termasuk dokter-dokter di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang pendiri Ikhwanul Muslimun itu pun syahid menemui kekasih tercintanya, Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam pun banyak yang tertawa dan berpesta dengan syahidnya sang Imam, tapi sesungguhnya Hasan Al Banna tidak pernah pergi meninggalkan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah terlalu mencintai hamba-Nya yang satu ini, sehingga memanggilnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang memilukan adalah, meskipun Ikhwanul Muslimun mempunyai puluhan ribu pengikut, tapi tak seorangpun yang diijinkan untuk mensholati jenazah beliau, kecuali ayahnya yang sudah udzur, saudara perempuan dan istrinya.(aharis)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-1585485564410248511?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/1585485564410248511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/bidadari-seorang-pendiri-pergerakan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1585485564410248511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1585485564410248511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/07/bidadari-seorang-pendiri-pergerakan.html' title='Bidadari Seorang Pendiri Pergerakan'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-4682167900080391258</id><published>2008-06-21T06:07:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:29:55.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Dari Kemenangan Turky  3-1'/><title type='text'>Spirit Dari Kemenangan Turky  3-1</title><content type='html'>Dunia persepak bolaan Eropa gempar, berbagai prediksi-prediksi umum meleset, apa sebab?&lt;br /&gt;Tidak lain adalah karena gugurnya tim-tim raksasa persepak bolanan seperti prancis dan portugal serta di sisi lain turky melesat memasuki semi final ajang bergengsi ini. Situasi ini tentu mengeser perediksi selama ini yang menganggap Turky hanya kuda hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi kita di Nusantara melihat hal ini biasa-biasa saja karena itu permainan. Namun tentu berbeda bagi masyarakat Turky yang sekarang masih di anak tirikan oleh “Eropa” dalam pengakuan eksistensinya sebagai bagian dari Uni Eropa. Alasan – alasan seperti kondisi ekonomi, penyatuan pulau spirus (persoalan politik dalam negeri) bahkan sampai keyakinan masyarakat turky menjadi alasan-alasan yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Turki menorehkan dalam dunia Persepak bolaan bahwa negara yang pernah memimpin kejayaan Islam ini mampu bersanding dalam deretan-deretan sang Juara, dan tentu ini bukan hal mudah bila dilakukan tanpa “Spirit”. bukan spirit kemenanganan Piala eropa saja tentunya, namun spirit Nasionalisme kesejajaran dengan Negara-negara Eropa, bahkan Spirit Eksistensi Keyakinan. itulah alasan-alasan “menganaktirikan” yang bermetamorfosis menjadi sisi lain yaitu “Spirit perubahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita tentu harus bisa mengambil pelajaran dari kemenangan Turky dalam membangun “Spirit Perubahan” tini, karena ada sisi-sisi yang sama antara bangsa kita dan bangsa turkey dalam berbagai aspek yang bisa di pompa untuk memetamorfosis menjadi spirit perubahan. tentunya tidak sekedar mensejajarakan dengan negara-negara Maju bahkan untuk memimpin peradapan di dunia, karana potensi itu terpampang besar di hadapan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perlu di ingat, kita juara olimpiade Fisika internasional loh......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Bangkit Membangun Sprit Perubahan, Yakinkan Harapan itu Masih Ada ^____^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-4682167900080391258?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/4682167900080391258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/06/spirit-dari-kemenangan-turky-3-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/4682167900080391258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/4682167900080391258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/06/spirit-dari-kemenangan-turky-3-1.html' title='Spirit Dari Kemenangan Turky  3-1'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-3703352598500627389</id><published>2008-05-23T01:01:00.006+07:00</published><updated>2008-10-12T22:30:28.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orientasi Pembaharuan Pendidikan Dalam Tantangan Modernitas'/><title type='text'>ORIENTASI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DALAM TANTANGAN MODERNITAS (sebuah pengantar)</title><content type='html'>Pendidikan dalam sejarah peradaban anak manusia adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Aktifitas ini telah dan akan terus berjalan semenjak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Bahkan kalau ditarik mundur lebih jauh lagi,  kita akan dapatkan bahwa pendidikan telah mulai berproses semenjak Allah SWT menciptakan manusia pertama Adam di dalam sorga dimana Allah telah mengajarkan kepada beliau semua nama-nama yang oleh para malaikat belum dikenal sama sekali (QS Al Baqarah: 31-33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak berinteraksinya manusia dengan aktifitas pendidikan ini semenjak iu pulalah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. Bahkan pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia (1).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan secara paralel proses pendidikan pun mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bentuk metode, sarana maupun target yang akan dicapai. Karena hal ini merupakan salah satu sifat dan keistimewaan dari pendidikan, yaitu selalu bersifat maju (taqaddumiyyah). Sehingga apabila sebuah pendidikan tidak mengalami serta tidak menyebabkan suatu kemajuan atau malah menimbulkan kemunduran maka tidaklah dinamakan pendidikan. Karena pendidikan adalah sebuah aktifitas yang integral yang mencakup target, metode dan sarana dalam membentuk manusia-manusia yang mampu berinteraksi dan beradabtasi dengan lingkungannya, baik internal maupun eksternal demi  terwujudnya kemajuan yang lebih baik (2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh nyata dari argumen di atas dapat kita lihat dari dua kenyataan berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; ketika Uni Sovyet meluncurkan pesawat luar angkasanya yamg pertama spotnic pada 4 oktober 1957, Amerika serikat bergoncang dengan dahsyatnya. Demam spotnic melanda  seantero Amerika. Betapa tidak, karena Amerika adalah negara besar pemenang perang dunia II telah kedahuluan oleh Uni Sovyet. Sampai-sampai presiden AS ketika itu membentuk tim khusus untuk merespon kejadian besar ini. Tim tersebut bukan bertugas menyelidiki kenapa Uni Sovyet berhasil mendahului mereka dalam meluncurkan pesawat luar angkasa, melainkan mereka mendapat intruksi lansung dari presiden untuk melakukan suatu tugas yang tidak disangka-sangka oleh para pengamat politik waktu itu. Tugas mereka adalah meninjau kembali kurikulum pendidikan AS mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Dengan bekerja keras dan dalam waktu yang singkat tim tersebut berhasi mengeluarkan statement yang menyatakan bahwa kurikulim pendidikan AS dari semua jenjang pendidikan sudah tidak layak lagi dan  harus direvisi. Sebuah keputusan yang teramat berani waktu itu. Tapi itulah sebuah konsekwensi kalau hendak berkompetisi dalam kemajuan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika pun mulai melakukan pembaharuan pendidikan dalam segala segi dan dimensinya. Mulai dari kurukulum, mata pelajaran, tenaga pengajar, sarana pendidikan sampai kepada sistem evaluasi pendidikan. Usaha mereka  dengan sangat cepat membuahkan hasil yng sangat luar biasa. Pada tanggal 14 juli 1969 mereka berhasil meletakkan manusia pertama di permukaan bulan. Hanya dalam kurun waktu 12 tahun mereka berhasil mengungguli teknologi Uni Sovyet. Waktu yang relatif singkat, kurang dari masa pendidikan seorang anak dari tingkat dasar sampai jenjang perkuliahan (3)&lt;br /&gt;Hasil lain dari itu tentunya dapat disaksikan oleh dunia semuanya dimana AS sekarang telah menjadi kekuatan tunggal setelah runtuhnya US.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kejadian yang hampir serupa sebenarnya pernah terjadi di Jepang seusai kekalahan mereka dalam perang dunia II dengan dibom atomnya kota Hiroshima dan Nagasaki. Jepang praktis lumpuh dalam segala segi kehidupan. Bahkan kaisar jepang waktu itu menyatakan bahwa mereka sudah tidak punya apa-apa lagi kecuali tanah dan air. Belum lagi hukuman sebagai orang yang kalah perang yang melarang Jepang untuk membangun angkatan bersenjata. Semua itu mereupakan hambatan yang sangat besar untuk dapat bangkit dan membangun sebuah peradaban baru. Tapi perkiraan akal manusia tidak selamanya benar. Jepang bangkit perlahan-lahan dengan memperbarui sistem pendidikan mereka dalam semua jenjang pendidikan. Dalam masa  yang relatif singkat Jepang berhasil membangun negara mereka menjadi negara yang kuat dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Bahkan mereupakan negara ekonomi terkuat yang menjadi ancaman bagi AS sendiri. Coba kita bandingkan dengan Indonesia yang mulai membangun diri pada waktu yang sama dengan Jepang (kita merdeka 1945 dan Jepang di bom atom 1945). Jepang telah berlari jauh di depan, kita malah masih tertatih-tatih bahkan jalan di tempat dan kadang kala juga mundur ke balakang. Contoh nyata dari kemajuan pendidikan di Jepang adalah berobahnya pengertian buta huruf dikalangan rakyat Jepang. Buta huruf yang sudah tidak ada lagi di Jepang mempunyai pengetian “tidak bisa menggunakan komputer”. Betapa jauhnya pengertian ini dengan pengertian aslinya di kalangan dunia ketiga, yang berarti tidak bisa tulis dan baca.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua fenomena di atas merupakan gambaran nyata dari urgensi pendidikan yang telah dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh AS dan Jepang. Langkah yang mereka ambil telah membuktikan kepada dunia bahwa kemajuan pendidikan berarti kemajuan sebuah bangsa. Dan bangsa manapun di dunia ini yang mengabaikan pendidikan maka tunggulah kehancurannya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(bagian I)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-3703352598500627389?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/3703352598500627389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/orientasi-pembaharuan-pendidikan-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3703352598500627389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3703352598500627389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/orientasi-pembaharuan-pendidikan-dalam.html' title='ORIENTASI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DALAM TANTANGAN MODERNITAS (sebuah pengantar)'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-5104107965243160366</id><published>2008-05-23T00:56:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:30:51.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesalehan Sosial'/><title type='text'>Kesalehan Sosial</title><content type='html'>Dengan susah payah, seorang pengemis datang memasuki Masjid Nabawi di Madinah. Sayang, ia hanya melihat orang-orang melaksanakan shalat dengan khusyuk. Didorong rasa lapar yang kuat, akhirnya ia meminta-minta kepada orang-orang yang sedang shalat. Hasilnya nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir putus asa, ia mencoba menghampiri seseorang yang khusyuk melakukan rukuk. Kepadanya ia minta belas kasihan. Ternyata kali ini ia berhasil. Orang itu memberikan cincin besinya kepada pengemis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah itu, Rasulullah saw memasuki masjid. Nabi melihat pengemis itu lalu mendekatinya. &lt;br /&gt;''Adakah orang yang telah memberimu sedekah?'' &lt;br /&gt;''Ya, alhamdulillah.'' &lt;br /&gt;''Siapa dia?'' &lt;br /&gt;''Orang yang sedang berdiri itu,'' kata si pengemis sambil menunjuk dengan jari tangannya. &lt;br /&gt;''Dalam keadaan apa ia memberimu sedekah?'' &lt;br /&gt;''Sedang rukuk!'' &lt;br /&gt;''Ia adalah Ali bin Abi Thalib,'' kata nabi. Ia lalu mengumandangkan takbir dan membacakan ayat, ''Dan barang siapa yang mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama Allah) itulah yang pasti menang.'' (Al-Maidah: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa kisah tersebut di atas adalah faktor yang menjadi sebab turunnya ayat sebelumnya, yaitu ''Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).'' (Al-Maidah: 55). Asbabun-nuzul ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Shofyan Ats-Tsauri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah tersebut kita dapat melihat bagaimana nabi memberikan penghargaan tinggi kepada Ali bin Abi Thalib karena tindakannya yang terpuji. Bahkan Allah SWT menjadikan tindakannya itu sebagai sebab turunnya suatu ayat. Ali telah membuktikan bahwa kesalehan dirinya bukan hanya pada taraf untuk dirinya dan kepada Tuhan, atau sebatas kesalehan ritual, tetapi ia wujudkan kesalehan lain, yaitu kesalehan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalehan yang diwujudkan Ali bisa dijadikan teladan bahwa semestinya kesalehan ritual dapat mengantarkan seseorang pada kesalehan sosial. Ini karena memang kesalehan ritual sangat mendukung untuk itu. Karena itu, semestinya kita tidak bisa shalat dengan khusyuk ketika tetangga kita dan kawan-kawan kita masih membutuhkan uluran tangan. Juga sangat aneh jika sebuah masjid penuh sesak dihadiri para tamu-Nya, dan yang shalat di dalamnya tidak sedikit yang bermobil, sementara di samping masjid itu kawasan kumuh masih merajalela, para pengemis di emperan masjid masih berkeliaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-5104107965243160366?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/5104107965243160366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/kesalehan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5104107965243160366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5104107965243160366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/kesalehan-sosial.html' title='Kesalehan Sosial'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-2002203627074161068</id><published>2008-05-02T16:42:00.001+07:00</published><updated>2008-10-12T22:31:09.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quo Vadis Pendidikan Indonesia'/><title type='text'>Quo Vadis Pendidikan Indonesia</title><content type='html'>Hari ini 2 mai,bangsa kita sedang merayakan hari pendidikan nasional bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat)  sesosok anak bangsa yang menjadi mascot pendidikan Indonesia, dengan sebuah ajarangnya yang sangat termasyur yaitu tut wuri handayani dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan, ing madya mangun karsa di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, dan ing ngarsa sung tulada di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik. Sebuah runtutan kalimat yang memiliki semangat morality dan kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagai manapendidikan Indonesia sekarang????&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ingin jujur mengevaluasi pendidikan kita, maka tentu kita akan sangat miris dengan fakta-fakta dilapangan diantaranya seorang pendidik mengajarkan menyontek saat UN kemarin kepada anak didiknya, hanya karena ingin menghilangkan malu takut-takut anak didiknya tidak lulus, atau ada juga kisah seorang juara kelas yang gantung diri karena tidak mampu membayar SPP di bangku SD, ataupun bahkan seorang dosen yang kepergok oleh satpol PP di sebuah kamar hotel bersama mahasiswinya, sedang memadu cinta haram demi sebuah kelulusan mata kuliah, atau atau masih banyak lagi fakta di lapangan yang tertera indah di halaman-halaman surat kabar akhir-akhir ini….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita melihat kebelakang dengan keterbatasanya bangsa indonesia akibat penjajahan-penjajahan selama beratus-ratus tahun lamanya, namun bangsa kita mampu melahirkan tokoh-tokoh yang di akui kematangan ilmunya di dunia internasional sebut saja HAMKA seorang tokoh pergerakan nasional yang tidak mengikuti jenjang pendidikan seperti sekarang namun beliau mendapat dua gelar doctor hanaus kausa dari dua perguruan tinggi didiluar negeri, atau bagaimana kita mendapati kisah heoik para guru-guru kita yang dikirim ke Malaysia pada tahun 60 an untuk mencerdaskan saudara serumpun kita tersebut, namun sekarang banyak anak bangsa kita yang belajar kenegeri itu, jelas dengan alasan bahwa tingkat/ pasing grate universitas-universitas di Malaysia lebih baik dibanding universita-universitas di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah jawaban yang pasti bahwa pendidikan Indonesia sedang mengalami terjun bebas dalam upaya menggapai tujuannya, seperti termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, bahwa cita-cita dan tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan, ya kini kita sedang terjun bebas menjauhi tujuan-tujuan yang telah kita buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis ada beberapa sebab yang menyebabkan kemunduran2 ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah MP-ers sekalian ape nih biar kita bias diskusi ?????? di tunggu ya pendapatnya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_________^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-2002203627074161068?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/2002203627074161068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/quo-vadis-pendidikan-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2002203627074161068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/2002203627074161068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/05/quo-vadis-pendidikan-indonesia.html' title='Quo Vadis Pendidikan Indonesia'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-401589855601845769</id><published>2008-04-27T05:46:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:31:26.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bila Hidup Diatur Oleh Allah ?'/><title type='text'>Bila Hidup Diatur Oleh Allah ?</title><content type='html'>"Dan kepunyaan ALLAH-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, di situlah wajah ALLAH Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui." " &lt;br /&gt;(QS. 2:115)&lt;br /&gt;Tidak banyak di antara kita yang sanggup bersungguh-sungguh menyadari bahwa Allah Azza wa Jalla adalah satu-satunya Dzat yang Maha Mengurus makhluk-makhluknya. Jantung yang berdetak teratur. Darah yang dipompakan dan dialirkan ke seluruh tubuh. Kedip mata, yang kadang kita sendiri tak menyadarinya. Bisakah kita mengaturnya walau barang sedetik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kaki pun dilangkahkan di pagi buta menuju suatu tempat. Kadang-kadang terburu-buru dan berharap tiba lebih cepat di tujuan. Tiba dijalan kebetulan sebuah kendaraan mobil melintas di hadapan. Tanpa di stop, mobil itu ternyata berhenti sendiri. Kebetulan ternyata pengemudinya seorang teman akrab. Kebetulan pula tempat yang ditujunya sama. Namun, betulkah semua itu sekadar faktor "kebetulan" belaka?&lt;br /&gt;Terjadinya sering merasakan serba "kebetulan", ini pun satu bukti mengenai keterbatasan kita dalam memahami hakikat suatu kejadian. Padahal, Allah-lah yang mengurus makhluk-makhluk-Nya dan Dia pula yang menetapkan segala kejadian sekecil apapun. Tiada sehelai rambut yang terlepas dari kulit kepala atau selembar daun yang gugur ketanah, kecuali terjadinya dengan ijin Allah. Adakah dengan begitu suatu kejadian terjadi secara kebetulan? Masya Allah, Dia-lah Dzat yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Sekai-kali tak ada satu kekuatan pun yang mampu mengatur suatu kejadian, selain karena ijin-Nya!&lt;br /&gt;Subhanallah, mudah-mudahan Allah yang Maha Perkasa membukakan bagi kita pintu hikmah-Nya agar kita mampu memetik "ilmu" dibalik segala kejadian. Suatu "ilmu" yang dapat menjadi jalan bagi kita agar semakin mengenal-Nya. Akan dituturkan dua kejadian yang sepintas tampak sepele, tetapi demi Allah, di sinilah terbuktikan kemahabesaran Dia yang dengan amat mengesankan telah mengatur suatu kejadian, yang justru sepintas tampak seperti serba "kebetulan".&lt;br /&gt;Kejadian pertama, ketika sebuah keluarga tengah melakukan perjalanan pulang ke suatu kota dengan kendaraan pribadi. Salah seorangnya adalah ibu yang tampak sudah renta dan uzur, sehingga perlu perlakuan khusus.&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan, masuk waktu shalat. Dicarilah masjid yang berandanya teduh agar ibu tersebut bisa istirahat sementara dengan nyaman. Setelah melewati beberapa masjid, maka ditemukanlah sebuah masjid dengan beranda yang teduh.&lt;br /&gt;Ketika mobil hendak diparkirkan, ternyata sulit mendapat tempat parkir yang cukup. Mobil pun terus dilajukan pelan-pelan, sampai akhirnya mentok di sebuah pelataran. Ternyata pelataran tersebut letaknya dekat sekali dengan tempat wudhu. Akan tetapi, ibu yang sudah uzur itu kan juga mungkin perlu ke kamar kecil dan berwudhu? Masya Allah, bukankah tempat wudhu tersebut ternyata khusus untuk wanita? Muncul pula persoalan lain, yakni perlu kursi untuk duduk karena memang si ibu sudah tak kuat berdiri. Namun, subhanallah, ternyata kursi yang dibutuhkan itu memang sudah ada pula dekat tempat wudhu tersebut.&lt;br /&gt;Semua seperti terjadi secara kebetulan. Segalanya seperti sudah ada orang yang mengatur dan menyiapkannya. Padahal, Allah-lah yang memang Maha Mampu menyiapkan segala-galanya. Sekiranya kita pela menangkap momen-momen kejadian ini dengan hati yang penuh cahaya iman, niscaya akan semakin mampu mengagumi Kemahaperkasaan-Nya dan menangkap hikmah (pelajaran) di balik segala kejadian.&lt;br /&gt;Kejadian kedua menimpa seorang mubaligh yang juga tengah melakukan perjalanan malam hari menuju Jakarta dengan diantar beberapa orang di dalam kendaraannya. Mobil meluncur masuk jalan tol jagorawi. Namun, di tengah perjalanan, mesin mobil tiba-tiba mati karena kehabisan bensin. Kehabisan bensin di tengah jalan tol di malam hari yang gelap gulita. Jauh ke sana ke mari, adakah yang bisa diperbuat, selain bertumpuk kekesalan, kedongkolan dan kekecewaan?&lt;br /&gt;Mengapa persiapannya tidak disempurnakan? Mengapa sebelum berangkat tadi tidak membeli bensin yang cukup? Mengapa sampai berbuat lalai, padahal Allah telah mengajari manusia supaya peka dan senantiasa berhati-hati? Dan sejumlah pertanyaan "Mengapa" yang lain pun meluncur dari mulut?&lt;br /&gt;Tetapi, sudahlah. Toh kejadiannya sudah terjadi. Maka, persenelling pun di-prei-kan dan kopling pun diinjak. "Biarlah Allah yang menghentikan kendaraan ini ditempat yang Dia sukai. Kita taubat dan berdzikir saja. Kita tak perlu lagi terus-menerus mengeluh," ujarnya. Akhirnya mobil itupun melaju perlahan dan semakin perlahan, sehingga berhenti sendiri di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Tak lama setelah kejadian itu, tiba-tiba dirasakan ingin buang air kecil. Mubaligh itupun turunlah dari mobil dan berjalan mencari tempat yang agak terlindung. Akan tetapi, ternyata dari arah jalan cahaya lampu-lampu kendaraan yang berseliweran cepat di jalan tol masih menyorot kearahnya, sehingga ia pun terus berjalan sampai mendekati pagar kawat pembatas.&lt;br /&gt;Sepintas ia melihat ternyata di bagian tertentu dari pagar yang dihampirinya ada bolong besar seperti sengaja dibuat orang untuk dapat dilalui. Dan ketika ia lebih cermat lagi mengamatinya, ternyata di dekatnya ada plang dengan tulisan sederhana berbunyi: "Di sini jual bensin dua tax". Allahu Akbar!&lt;br /&gt;Memang Allah Maha Pengatur kejadian yang Maha Sempurna. Betapa lezatnya jika kita mampu menangkap isyarat-Nya bahwa segala kejadian yang tampaknya serba kebetulan itu sebenarnya sudah diatur oleh Allah. Kita saja yang kerapkali tidak peka membaca aneka lintasan kejadian yang memang telah begitu pas dan rapi diatur oleh Allah SWT. Akibatnya, kalbu (hati) ini hampir tidak pernah bisa merasakan nikmat dan lezatnya merasakan hikmah (pelajaran) di balik segala fenomena yang terjadi.&lt;br /&gt;Tampaknya dalam mengarungi kehidupan ini kita harus sungguh-sungguh minta di atur oleh Allah. Boleh saja kita sibuk merencanakan sesuatu dengan baik. Otak seratus persen kita gunakan untuk mengatur taktik dan strategi sesuai dengan syari'at yang kita ketahui. Tubuh pun sibuk berikhtiar, berkuah peluh simbah keringat, semampu yang bisa kita lakukan. Akan tetapi, keyakinan hati tetap pada satu hal, yakni biarlah Allah mengatur segala urusan kita. Karena, Dialah yang Maha Tahu hal yang terbaik dan yang terburuk menurut perhitungan-Nya.&lt;br /&gt;Inginkah kita termasuk orang yang memiliki kalbu (hati) yang peka, lezat menikmati episode demi episode kejadian dalam hidup ini, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa segala sesuatu yang terjadi itu sudah diatur oleh Allah? Kuncinya ternyata sederhana saja. Yakni, akuilah bahwa diri kita ini tak lebih dan tak kurang hanya seorang hamba, yang sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Dia, Dzat Pemilik Jagat raya alam semesta ini. Ah, siapalah kita ini. Hanya sesosok makhluk yang tiada memiliki daya dan upaya, tanpa ijin dan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Tak heran kalau Imam Ibnu Atho'illah dalam kitabnya, Al Hikam, berujar, "Buktikanlah dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah akan membantumu dengan Kemahasempurnaan sifat-sifat-Nya. Akuilah kehinaanmu, niscaya Allah menolongmu dengan kemulyaan-Nya. Akuilah kekurangannmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Dan akuilah kelemahanmu, niscaya Allah menolongmu dengan kekuatan-Nya." Sungguh betapa sangat indahnya bila hidup dan segala aktifitas kita diatur oleh-Nya. Wallahualam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-401589855601845769?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/401589855601845769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/bila-hidup-diatur-oleh-allah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/401589855601845769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/401589855601845769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/bila-hidup-diatur-oleh-allah.html' title='Bila Hidup Diatur Oleh Allah ?'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-7762999544226993051</id><published>2008-04-27T05:26:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:31:53.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berdakwah di Hutan'/><title type='text'>Berdakwah di Hutan</title><content type='html'>::Harapan kepada pejuang masa depan::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;upaya perubahan yang kita kehendaki di masyarakat bukan sekedar perubahan bentuk zahir masyarakat, namun merubah suatu realita kepada realita baru yakni: pemikiran, moral, budaya, termasuk prinsip-prinsip beraqidah yang mencakup seluruh elemen dan dimensi manusia . Artinya seluruh warga di masyarakat merupakan objek dakwah yang harus direncanakan perubahan Islamisasinya. Dan upaya itu mutlak harus dilakukan sebagai kader dakwah yang berada di tengah masyarakat. “…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” [Ar-Ra’d:11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sunatullah dakwah, tentangan atas seruan perubahan itu akan senantiasa ada, bahkan sejak dahulu kala; “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)..” [Al-An’am:112]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melibatkan seluruh masyarakat&lt;br /&gt;Sebuah ilustrasi yang indah pernah diungkapkan oleh Hasan Al-Banna; “Juru dakwah ibarat gardu listrik yang menyebarkan aliran listrik untuk menerangi setiap sudut dan pelosok kota. Adalah tugas dan tanggungjawab para dai menyampaikan sinar-sinar Islam kepada segenap lapisan masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Islam tidak membenarkan sikap berdiam diri ummatnya, tidak mau berdakwah lantaran takut munculnya resiko, fitnah, cobaan, dll.  “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir"…[al Kahfi: 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua prinsip jahriyatu da’wah (dakwah secara terang-terangan). Para Nabi sekali-kali tidak pernah memutuskan aktifitas dakwah kepada kaumnya secara umum, meskipun didapati mereka sangat apriori terhadap dakwah. Para Nabi konsisten memberi nasihat kaumnya dengan segala metode, berusaha melakukan perbaikan, memohon ampunan untuk mereka, menjalin hubungan sosial, dan bahkan beradu argumentasi dengan penguasa; “Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. [Al-An’am:48]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikwatifillah, masyarakat mengetahui siapa kita tanpa kita memperkenalkan lebih jauh siapa kita sebenarnya. Mereka selalu menyoroti tindak-tanduk kita, mereka yang bersimpati akan meniru dan menjadikan kita teladan. Kepada orang-orang seperti ini kita harus berusaha menaruh perhatian yang besar kepada mereka. Bagi mereka yang menjaga jarak kepada kita, maka akan selalu menyoroti untuk mencari kesalahan dan kekurangan kita. Untuk golongan seperti ini jangan kemudian kita jauhi dan terlalu menjaga jarak kepada mereka. Kita perlu hadir ditengah-tengah mereka untuk menawarkan hidayah yang kita yakini kebenarannya. Yaa Allah ampunilah mereka, berilah hidayah bagi mereka, sesungguhnya mereka kaum yang tidak merngetahui...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Nabi Nuh&lt;br /&gt;Nabi Nuh [alaihi salam] tak kenal frustasi dalam berdakwah. Siang malam, beliau selalu berupaya memperbaiki kaumnya. Dengan berbagai macam cara. “Nuh berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan[1517], kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam[1518], maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-“[Nuh:5-10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya perencanaan&lt;br /&gt;Bergerak tanpa terencana, berakibat pada semakin panjangnya masa perjuangan dari yang semestinya, menjadikan banyak pengorbanan para pendukung dakwah yang tidak pada tempatnya, bertambahnya barisan sakit hati, dan image negatif kepada aktifis dakwah itu sendiri. Dalam pengambilan kebijakan perencanaan, perlu diperhatikan kebutuhan dakwah dan melihat daya dukung yang ada. Perencanaan sendiri juga tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pembaruan ketika situasi dan kondisi menuntut metode dakwah harus inovatif dan kreatif, agar dakwah tidak hambar. Namun kreatifitas tersebut tetaplah mengarah pada tujuan yang telah dikehendaki bersama. Kuncinya menjaga orisinalitas (asholah) tanpa mematikan kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatu dengan masyarakat&lt;br /&gt;Bagaimanapun inti gerakan dakwah Islam merupakan gerakan massa. Inilah realitas masyarakat kampus dan pengaruh Islam harus mampu memasuki setiap celah kehidupan sosial masyarakat . Sehingga tidak satupun celah yang luput dari cahaya pengaruh Islam. Pada dasarnya dakwah Islam merupakan reaksi yang muncul dari lubuk hati masyarakat, melihat kerusakan dan keraguan disana-sini. Kemudian menjadi kekhawatiran berubah menjadi semangat yang membuncah dan mewujudkan gerakan perubahan. Itu semua merupakan hasil dari juru dakwah yang berinteraksi dengan denyut jantung masyarakat, hidup ditengah-tengah mereka. Bukan eksklusifisme dan kemudian terisolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, para juru dakwah harus hidup ditengah-tengah masyarakat. Mendengarkan keluhan mereka dan berusaha memberi sumbangsih untuk memecahkan problem mereka. Bukan menjaga jarak. Seharusnya kita gembira dan bersedih, tertawa dan menangis bersama masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai masyarakat&lt;br /&gt;Yang menjadi harapan gerakan kita adalah agar sikap masyarakat menjadi implementasi dari sikap kita. Kemarahan masyarakat adalah kemarahan kita. Masyarakat senang dengan senangnya gerakan kita. Mereka menghargai jerih payah gerakan dakwah dan turut melindungi kebijakan dakwah. Dari sini, salah satu aspek keberhasilan dakwah dapat diukur, yakni melalui kemampuannya menguasai masyarakat. Yang berbahaya ketika kita menganggap remeh masyarakat, frustasi terhadap realitas mayarakat dan tidak menjalin baik dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara gerakan dakwah dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Gerakan dakwah adalah dari dan untuk masyarakat. Sedangkan realitas masyarakat, kelak berasal dari gerakan dakwah dan untuk gerakan dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Rosulullah hadir dalam mimpi malamku, kan kubisikkan di telinga kanan beliau; “Nabi aku ingin berjihad bersamamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-7762999544226993051?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/7762999544226993051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/berdakwah-di-hutan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/7762999544226993051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/7762999544226993051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/berdakwah-di-hutan.html' title='Berdakwah di Hutan'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-6174137652808968</id><published>2008-04-14T13:41:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:32:12.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketika Mas Gagah Pergi'/><title type='text'>Ketika Mas Gagah Pergi</title><content type='html'>Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja… ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan- jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas belum minat tuh! ! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran… banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Mas Gagah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum!"seruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar! terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Matiin kasetnya!"kataku sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bodo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung.&lt;br /&gt;Jadinya ya dipasang di kamar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pokoknya kedengaran!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang ! bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok! begitu kata Mas Gagah. Oala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji ! atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!" Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! MasGagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh ekarang pakai panggil adik manis segala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"&lt;br /&gt;"Lain gimana Ma?"&lt;br /&gt;"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semibaggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami "Untung aja masih lebih ganteng."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan. Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai ora! ng!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah,Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau kemana Gita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikut Mas aja yuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya ! aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki. Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat,nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome. Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh! "Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ikhwan?' ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah. Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. InsyaAllah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang- orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang&lt;br /&gt;error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam deng! an baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak Ana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh! Mas Gagah!" tegurku ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas? tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak&lt;br /&gt;koleksi buku keislaman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuma lagi baca!"&lt;br /&gt;"Buku apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tumben kamu pingin tahu?"&lt;br /&gt;"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya. Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaas…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Dik Manis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat bukan sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab…" tanyaku manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya. "Mas kok nangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas ersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais m! akanan di jalan dan tidur beratap langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan papa juga ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa nggak bosan, Pa…tiap Mingg! u rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku. Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. arus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek. Aku nyengir kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan. "Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta! Mas Gagah suatu ketika. "Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.&lt;br /&gt;Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku. Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho! " Mas Gagah bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Ma! s Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa,&lt;br /&gt;sebagai identitas Muslim! ah, diragukan bahkan oleh para muslimah ita, oleh orang Islam itu&lt;br /&gt;sendiri, " kata Mas Gagah. Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku. Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah belum pulang. " kata Mama.&lt;br /&gt;"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa. Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lepas Isya' Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jil! bab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiiinggg!" telpon berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagaaaaahhhh!!!" Air mataku tumpah. Tubuhku lemas. Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis. Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku. Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan?" Air mataku terus mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis Mas..Gagah…" bisikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, ! Mama dan Gi.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita…" suaraku serak menahan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu. Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. jung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gi..ta…"&lt;br /&gt;Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gita di sini, Mas…"&lt;br /&gt;Perlahan kelopak matanya terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku. Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan ses! uatu seperti hamdallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas " kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu ! tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HeLvi Tiana Rosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;br /&gt;*Cerpen ini mempunyai kenangan yang luar biasa...!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-6174137652808968?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/6174137652808968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/ketika-mas-gagah-pergi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6174137652808968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6174137652808968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/04/ketika-mas-gagah-pergi.html' title='Ketika Mas Gagah Pergi'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-7664895737138557430</id><published>2008-03-03T21:16:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:32:35.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Robohnya Surau Kami'/><title type='text'>Robohnya Surau Kami</title><content type='html'>“Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan Tuan temui sebuah surau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaanya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemunggahan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah meminta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum. Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Ia sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya. Hingga anak-anak menggunakannya sebagai tempat bermain, memainkan segala apa yang disukai mereka. Perempuan yang kehabisan kayu bakar, sering suka mencopoti papan dinding atau lantai di malam hari. Jika Tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian cepat berlangsungnya. Secepat anak-anak berlari di dalamnya, secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang, yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi. Dan biang keladi dari kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah kisahnya. Sekali hari aku datang pula mengupah kepada Kakek. Biasanya Kakek gembiri menerimaku, karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Pandangannya sayu ke depan, seolah-olah ada sesuatu yang mengamuk pikirannya. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa, sebuah asahan halus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak disahutinya seperti saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku duduk di sampingnya dan aku jamah pisau itu. Dan aku tanya Kakek: "Pisau siapa, Kek?" "Ajo Sidi." "Ajo Sidi?" Kakek tak menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku ingat Ajo Sidi, si pembual itu. Sudah lama aku tak ketemu dia. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Aku senang mendengar bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai pembual, sukses terbesar baginya ialah karena semua pelaku-pelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya menjadi pameo akhirnya. Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelaku-pelaku ceritanya. Ketika sekali ia menceritakan bagaimana sifat seekor katak, dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan jadi pemimpin berkelakuan seperti katak itu, maka untuk selanjutnya pemimpin tersebut kami sebutkan pemimpin katak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apakah Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi: "Apa ceritanya, Kek?" "Siapa?" "Ajo Sidi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang ajar dia." Kakek menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" "Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggoroh tenggoroknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kakek marah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua. Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu lama aku berbuat baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan diriku kepada-Nya.Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin tahuku dengan cerita Ajo Sidi yang memurungkan Kakek jadi memuncak. Aku tanya lagi Kakek: "Bagaimana katanya, Kek?" Tapi Kakek diam saja. Berat hatinya bercerita barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku telah berulang-ulang bertanya, lalu ia yang bertanya padaku. "Kau kenal padaku, bukan? Sedari kecil aku sudah di sini. Sedari mudaku, bukan? Kau tahu apa yang kulakukan semua, bukan? Terkutukkah perbuatanku? Dikutuki Tuhankah semua pekerjaanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak perlu menjawabnya lagi. Sebab aku tahu, kalau Kakek sudah membuka mulutnya, di takkan diam lagi. Aku biarkan Kakek dengan pertanyaanya sendiri. "Sedari mudaku aku di sini, bukan? Tak kuingat punya istri, punya anak, punya keluarga seperti orang-orang lain, tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Aku tak ingin cari kaya, bikin rumah. Segala kehidupanku, lahir batin, kuserahkan kepada Allah Subhanahu wataala. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu? Akan dikutukinya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak Kupikirkan hari esokku, karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya yang tawakal. Aku bangun pagi-pagi. Aku bersuci. Aku pukul beduk membangunkan manusia dari tidurnya, supaya bersujud kepada-Nya. Aku sembahyang setiap waktu. Aku puji-puji Dia. Aku baca Kitab-Nya. Alhamdulillah kataku bila aku menerima karunia-Nya. Astagfirullah kataku bila aku terkejut. Masya-Allah, kataku bila aku kagum.Apalah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk." Ketika Kakek terdiam agak lama, aku menyelakan tanyaku: "Ia katakan Kakek begitu, Kek?" "Ia tak mengatakan aku terkutuk. Tapi begitulah kira-kiranya." Dan aku melihat mata Kakek berlinang. Aku jadi belas kepadanya. Dalam hatiku aku mengumpati Ajo Sidi. Tapi aku lebih ingin mengetahui apa ceritanya Ajo Sidi yang begitu memukuli hati Kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingin tahuku menjadikan aku nyinyir bertanya. Dan akhirnya Kakek bercerita juga. “Pada suatu waktu,” kata Ajo Sidi memulai, “di akhirat Tuhan Allah memeriksa orang-orang yang sudah berpulang. Para malaikat bertugas di samping-Nya. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Begitu banyaknya orang yang diperiksa. Maklumlah di mana-mana ada perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja, karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke surga. Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka, bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. Dan ketika ia melihat orang yang masuk surga, ia melambaikan tangannya, seolah hendak mengatakan “selamat ketemu nanti”. Bagai tak habis-habisnya orang yang berantri begitu panjangnya. Susut di muka, bertambah yang di belakang. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya. Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama. "Engkau?" "Aku Saleh. Tapi karena aku sudah ke Mekah, Haji Saleh namaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak tanya nama. Nama bagiku tak perlu. Nama hanya buat engkau di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kerjamu di dunia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menyembah Engkau selalu, Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari, setiap malam, bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala tegah-Mu, kuhentikan, Tuhanku. Tak pernah aku berbuat jahat, walaupun dunia seluruhnya penuh oleh dosa-dosa yang dihumbalangkan iblis laknat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Tuhanku, tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah-Mu, menyebut-nyebut nama-Mu. Bahkan dalam kasih-Mu, ketika aku sakit, nama-Mu menjadi buah bibirku juga. Dan aku selalu berdoa, mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Saleh tak dapat menjawab lagi. Ia telah menceritakan segala yang ia kerjakan. Tapi ia insaf, bahwa pertanyaan Tuhan bukan asal bertanya saja, tentu ada lagi yang belum dikatakannya. Tapi menurut pendapatnya, ia telah menceritakan segalanya. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. Ia termenung dan menekurkan kepalanya. Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh. Dan ia menangis. Tapi setiap air matanya mengalir, diisap kering oleh hawa panas neraka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain lagi?" tanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya, o, Tuhan yang Mahabesar, lagi Pengasih dan Penyayang, Adil dan Mahatahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Saleh yang sudah kuyu mencobakan siasat merendahkan diri dan memuji Tuhan dengan pengharapan semoga Tuhan bisa berbuat lembut terhadapnya dan tidak salah tanya kepadanya. Tapi Tuhan bertanya lagi: "Tak ada lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, o, ooo, anu Tuhanku. Aku selalu membaca Kitab-Mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain?" "Sudah kuceritakan semuanya, o, Tuhanku. Tapi kalau ada yang aku lupa mengatakannya, aku pun bersyukur karena Engkaulah yang Mahatahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh tidak ada lagi yang kaukerjakan di dunia selain yang kauceritakan tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itulah semuanya, Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuk kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malaikat dengan sigapnya menjewer Haji Saleh ke neraka. Haji Saleh tidak mengerti kenapa ia dibawa ke neraka. Ia tak mengerti yang dikehendaki Tuhan daripadanya dan ia percaya Tuhan tidak silap. Alangkah tercenggangnya Haji Saleh, karena di neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus, merintih kesakitan. Dan ia tambah tak mengerti lagi dengan keadaan dirinya, karena semua orang-orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. Bahkan ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar syekh pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Haji Saleh mendekati mereka, dan bertanya kenapa mereka dinerakakan semuanya. Tapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun, tak mengerti juga. "Bagaimana Tuhan kita ini?" kata Haji Saleh kemudian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah kita disuruhnya-Nya taat beribadat, teguh beriman? Dan itu semua sudah kita kerjakan selama hidup kita. Tapi kini kita dimasukkan-Nya ke neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Kami juga heran. Tengoklah itu orang-orang se-negeri dengan kita semua, dan tak kurang ketaatannya beribadat.” “Ini sungguh tidak adil.” “Memang tidak adil,” kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh.“Kalau begitu, kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita.” “Kita harus mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar.” Sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh. “Kalau Tuhan tak mau mengakui lesilapan-Nya, bagaimana?” suatu suara melengking di dalam kelompok orang banyak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita protes. Kita resolusikan,” kata Haji Saleh.“Apa kita revolusikan juga?” tanya suara lain, yang rupanya di dunia menjadi pemimpin gerakan revolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu tergantung pada keadaan,” kata Haji Saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting sekarang, mari kita berdemontrasi menghadap Tuhan.” “Cocok sekali. Di dunia dulu dengan demontrasi saja banyak yang kita peroleh,”sebuah suara menyela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setuju. Setuju. Setuju.” Mereka bersorak beramai-ramai. Lalu mereka berangkatlah bersama-sama menghadap Tuhan. Dan Tuhan bertanya. “Kalian mau apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Saleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara menggeletar dan berirama indah, ia memulai pidatonya: “O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa, setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau masukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian di dunia tinggal di mana?” tanya Tuhan. “Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“O, di negeri yang tanahnya subur itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, benarlah itu, Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanahnya yang mahakaya-raya, penuh oleh logam, minyak dan berbagai bahan tambang lainnya bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami.” Mereka mulai menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di negeri, di mana tanahnya begitu subur, hingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.” “Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negeri yang lama diperbudak orang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah itu, Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya, dan diangkutnya ke negerinya, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Tuhanku. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau.” “Engkau rela tetap melarat, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar. Kami rela sekali, Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?” “Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada, Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya-raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, Malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya.” Semua jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diredhai Allah di dunia. Tapi Haji Saleh ingin juga kepastian apakah yang dikerjakannya di dunia itu salah atau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan. Ia bertanya saja pada malaikat yang mengiring mereka itu. "Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami menyembah Tuhan di dunia?" tanya Haji Saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cerita Ajo Sidi yang kudengar dari Kakek. Cerita yang memurungkan Kakek. Dan besoknya, ketika aku mau turun rumah pagi-pagi, istriku berkata apa aku tak pergi menjenguk. "Siapa yang meninggal?" tanyaku kaget. "Kakek." "Kakek?" "Ya. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang mengerikan sekali. Ia menggoroh lehernya dengan pisau cukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Astaga. Ajo Sidi punya gara-gara," kataku seraya cepat-cepat meninggalkan istriku yang tercengang-cengang. Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. Tapi aku berjumpa sama istrinya saja. Lalu aku tanya dia. "Ia sudah pergi," jawab istri Ajo Sidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah ia tahu Kakek meninggal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah. Dan ia meninggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuh lapis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang," tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikit pun bertanggung jawab, "dan sekarang ke mana dia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerja.""Kerja?" tanyaku mengulangi hampa."Ya. Dia pergi kerja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AA Nafis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-7664895737138557430?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/7664895737138557430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/03/robohnya-surau-kami.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/7664895737138557430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/7664895737138557430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/03/robohnya-surau-kami.html' title='Robohnya Surau Kami'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-3739988234101950004</id><published>2008-02-21T23:05:00.004+07:00</published><updated>2008-10-12T22:33:13.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kambing Hitam'/><title type='text'>"Kambing Hitam"</title><content type='html'>Mendengar kata “Kambing Hitam” jadi teringat sitkom jaman dahulu yang pernah muncul di TVRI “Ba Ba Black Sheep”. Istilah kambing hitam sering kita dengar sebagai sumber segala sumber masalah yang muncul atau si Biang Kerok. Dari mulai orang awam, birokrat, teknokrat, bahkan seorang Top manajemen masih melakukan praktik mencari Kambing Hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa salah si Kambing kalau memang dia berwarna hitam yang selalu dianalogikan sebagai bad guy. Memang inilah yang menjadi sifat dasar manusia seperti kata Dale J. Carniege ingin dihargai, baik dalam arti kata positif ataupun negatif. Dimana setiap orang tidak pernah mau disalahkan atau dijadikan kambing hitam, baik karena kesalahan yang diperbuat. Mereka ingin di hargai, dan janganlah hal-hal seperti ini menjatuhkan harga diri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungan antara Kambing Hitam dan analisa Dakwah ternyata sangat unik dan sangat mendasar ????? &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk meneruskan artikel ini ana minta pendapat antum semua...?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-3739988234101950004?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/3739988234101950004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/02/kambing-hitam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3739988234101950004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/3739988234101950004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/02/kambing-hitam.html' title='&quot;Kambing Hitam&quot;'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-5771454070467897754</id><published>2008-01-30T18:04:00.001+07:00</published><updated>2008-10-12T22:33:38.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agar Ayam Tak Mati di Lumbung Padi'/><title type='text'>Agar Ayam Tak Mati di Lumbung Padi</title><content type='html'>“Individu yang merasa ditolak secara sosial, cenderung bertindak tak sehat. Kalimat tersebut adalah cuplikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Jean Twenge dari San Diego State University yang dipublikasikan oleh harian Republika edisi Kamis 19 September 2002. penelitian juga menemukan bahwa individu yang ditolak oleh individu lain atau oleh kelompoknya cenderung melakukan hal-hal yang tidak sehat dan berlaku sebagai orang kalah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang ditemukan dari penelitian tersebut pada diri individu yang merasa tertolak oleh lingkungannya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Timbul perasaan tidak peduli pada pola diet dan mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Penelitian menemukan pola konsumsi es krim berlebihan pada diri individu yang merasa ditolak oleh komunitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Terjadi perubahan drastis dan revolusioner. Bila sebelum timbul perasaan tertolak seseorang dikenal sebagai pribadi yang rajin maka ketika perasaan tertolak muncul, mendadak menjadi pribadi yang malas. Terjadi perubahan mendadak dari seorang yang dikenal cermat dalam tugas menjadi ceroboh dalam tugas. Atau terjadi perubahan diri pribadi yang disiplin menjadi pribadi yang kerap membolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pribadi yang tertolak oleh lingkungannya menjadi pribadi yang kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, seperti sedikit melakukan ‘pemberontakan’ dan mungkin sedikit provokasi pada elemen yang dinilai oleh pribadi yang tertolak sebagai elemen yang establish. Pada titik ini, individu yang merasa tertolak oleh komunitasnya akan merasa bahwa tidak ada bedanya antara rajin atau malas, disiplin atau membolos dan bertanggungjawab, atau lari dari tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lingkungan dakwah ini, sebenarnya kita bisa relatif tidak peduli jika saja persoalan ketersisihan dari lingkungan ini hanya berhubungan dengan konsumsi es krim dari ikhwan atau akhwat. Kita masih bisa ooptimis, bahwa pola makan yang sehat akan kembali terjadi seiring dengan kondisi ekonomi atau kesibukan dan setumpuk agenda kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tampaknya kita tidak dapat memandang remeh atau tidak lagi bisa mengabaikan persoalan ketersisihan jika hal ini berhubungan dengan perubahan sikap dan perbuatan beresiko tinggi. Keberlangsungan dakwah dan keselamatannya merupakan dua hal yang terancam dari ekses keterasingan ikhwan dan akhwat dari lingkungan dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal asing-mengasingkan ini, siapa pun dapat menjadi korban dan siapa pun bisa menjadi pelaku. Senior memiliki peluang untuk menyingkirkan juniornya. Sebaliknya, junior memiliki kemampuan untuk mengabaikan seniornya. Struktur dapat ‘menjajah’ nonstruktural dan sebaliknya, nonstruktural dibekali kemampuan dan naluri untuk memandulkan struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi, diperlukan kesadaran yang tinggi dari pengendara dan kemampuan yang prima dari kendaraan. Menjaga agar tidak ada lagi yang ‘mati’ menjadi penting dalam perjalanan dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senior dan Junior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan senior dan junior adalah sebuah keniscayaan, seiring dengan semakin panjangnya sejarah sebuah organisasi. Senior dan junior akan muncul dengan sendirinya secara alami seiring dengan perjalanan waktu. Demikianlah pula dengan organisasi dakwah, ia tidak luput dari keniscayaan Allah tersebut. Seiring dengan perjalanan waktu, akan muncul kelas senior dakwah bersamaan dengan munculnya kelas junior dakwah. Kemunculan, keberadaan, atau eksistensi keduanya dalam sebuah organisasi dakwah adalah sebagian dari keniscayaan Allah bagi organisasi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara senior dan junior berlaku hubungan timbal balik. Seseorang disebut dengan senior karena di sekitarnya terdapat pihak yang disebut junior. Jika kemundulan dan kebedaraan senior dan junior adalah sebuah sunnatullah dalam organisasi maka tidak demikian halnya dengan konflik di antara kedua kelas tersebut. Konflik antara senior dan junior bukanlah sunnatullah. Konflik di antara keduanya adalah akibat dan sesungguhnya dapat dicegah –dengan ijin Allah– oleh para penggiat organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Tidak lain harus dilakukan harmonisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Harimonisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam prinsip haromonisasi relasi senior dan junior dalam sebuah organisasi dakwah adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Pertama, Pengakuan Eksistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, upaya harmonisasi harus dimulai dengan mengakui eksistensi masing-masing dan menghindari aktivitas saling mencaplok. Artinya, mengakui eksistensi junior tanpa perlu untuk melikuidasi senior dan mengakui eksistensi senior tanpa perlu ada yang dilikuidasi. Mengakui dan menghormati senior dengan mengabaikan atau meminggirkan junior adalah kesalahan fatal. Tetapi, hanya mengakui eksistensi junior –dan mengabaikan serta meminggirkan senior– juga bukan pilihan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Kedua, Tidak ada Keunggulan yang Bersifat Normatif-Mutlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakini bahwa tidak ada keunggulan yang bersifat normatif-mutlak pada diri seorang senior atas yuniornya, dan sebaliknya. Keunggulan seseorang dilihat pada kebaikan dan keadilannya. Keduanya –senior maupun junior– memiliki peluang yang sama dalam menggapai kebaikan tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu ada stigma pada junior dan menyematkan selendang kebesaran pada setiap senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Ketiga, Menyadarkan Keunggulan dan Kelemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang relevan dengan hal ini adalah hikmatusy syuyukh wa hamasatusy syabab. Kalimat ini menggambarkan keunggulan dan sekaligus kelemahan pada kedua kelas ikhwah ini. Seorang senior mungkin relatif lebih unggul dalam hikmah karena data, informasi, dan pengalamannya yang relatif lebih banyak. Tetapi, dalam diri senior melekat kemungkinan untuk melakukan kemalasan, banyak menuntut, dan lain-lain. Sementara, seorang junior relatif memiliki keunggulan dalam semangat dan energi dibandingkan para seniornya. Tetapi, dalam dirinya, tersimpan potensi ketergesaan dan kecerobohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Keempat, Menyadarkan Potensi-potensi ’Kerakusan’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senior memiliki potensi untuk ’rakus’ dalam penghormatan, fasilitas dan eksistensi sebagai senior. Seorang senior mungkin akan sangat sensitif dalam persoalan yang berhubungan dengan pernghormatan, fasilitas, dan eksistensi sebagai senior. Sebaliknya ’kerakusan’ junior lebih kepada kebutuhan aktual, lebih diterima, dan lebih eksis dalam berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Kelima, Menyadarkan Relativitas Senior dan Relativitas Junior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status dan kedudukan senior tidak berlaku seterusnya dan demikian pula dengan junior. Pada komunitas tertentu, seseorang adalah senior, sementara di sisi kehidupannya yang lain, ia adalah pendatang baru. Demikian sebaliknya, seorang menjadi junior dan menjadi senior dalam sebagian lingkungannya yang lain. Oleh sebab itu, seorang senior sesungguhnya adalah seorang junior yang memainkan peran senior dan seorang junior sejatinya adalah seorang senior yang sedang berperan sebagai junior. Seorang senior pasti pernah menjadi junior dan seorang junior pada masanya nanti akan menjadi senior bagi adik-adiknya. Oleh karena itu, jika seorang junior membagi sebuah peran senior dalam berorganisasi pada hakekatnya ia telah membuat peran dirinya sendiri di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Keenam, Menyadarkan Kebutuhan Nutrisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini menegaskan bahwa senior perlu nutrisi dari junior dan junior perlu nutrisi yang ada pada diri senior. Nutrisi yang diperlukan seorang senior adalah semangat baja dan energi untuk bergerak dan berkorban. Sementara, nutrisi junior adalah pengalaman, ilmu serta hikmah. Agar ayam junior tidak mati di lumbung padi, para junior harus optimal dalam mengkonsumsi nutrisi yang disediakan senior yang bertebaran di sekitarnya. Jika junior sudah mengasingkan diri dari senior, maka kebinasaanlah yang akan terjadi, karena nutrisi tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan Perbedaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, membiarkan para senior berbeda dengan para juniornya serta membiarkan para junior memiliki ciri khusus dibanding para seniornya adalah sebuah langkah tepat. Menyudutkan senior karena seabrek kelemahannya tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali kegagalan dan sedikit kepuasan bagi para junior. Sementara memandulkan para junior juga berdampak buruk bagi jamaah dakwah dan sekedar menimbulkan kepuasan bagi para senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah keniscayaan, relasi senior dengan junior memerlukan penyikapan yang bijaksana. Sebagai sebuah potensi, relasi senior dengan junior perlu dioptimalkan. Sebagai problem, relasi senior dengan junior membutuhkan antisipasi yang efektif. Namun, hal penting yang harus dilakukan dan mendahului penyikapan, optimalisasi, dan antisipasi tersebut di atas adalah meletakkan prinsip-prinsip harmonisasi pada setiap anggota organisasi dan peletakan prinsip-prinsip harmonisasi harus dimulai sejak saat ini, bukan esok atau lain waktu. Wallahu a’alm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Eko, N. 2006. Sudahkah Kita Tarbiyah dengan pengubahan seperlunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-5771454070467897754?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/5771454070467897754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/agar-ayam-tak-mati-di-lumbung-padi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5771454070467897754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5771454070467897754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/agar-ayam-tak-mati-di-lumbung-padi.html' title='Agar Ayam Tak Mati di Lumbung Padi'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-1019266835418823076</id><published>2008-01-30T18:00:00.002+07:00</published><updated>2008-10-12T22:33:55.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tak Ada Ikhwah Yang Tak Retak'/><title type='text'>Tak Ada Ikhwah Yang Tak Retak</title><content type='html'>”Era fitnah itu berlangsung sudah. Sahabat membantai sahabat lainnya. Khalifah Umar, Utsman dan Ali dibunuh. Perang Jamal yang berkecamuk melibatkan puluhan bahkan ratusan ribu tentara Muslim meninggalkan kerugian yang tidak terkira, ratusan “Al Qur’an berjalan” musnah dari muka bumi. Peristiwa demi peristiwa seperti itu terus berlangsung hingga kini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah siapakah ini? Apa yang salah dari ajaran kita?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan Rasulullah atau risalah ini yang salah. Jelas! bukan ajaran sempurna dari baginda Muhammad SAW yang menyebabkan itu. Tetapi person yang inkonsistensi terhadap ajarannyalah penyebabnya. Dan inilah yang bisa kita ambil hikmahnya hari ini. Manusia dengan kelebihan akalnya tetaplah makhluk yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena merasa lebih benar, lebih tahu, lebih baik dan serba lebih lainnya selalu menyelinap di benak manusia. Kehancuran kekhalifahan Kordoba yang secara resmi berakhir pada 1031 M lebih banyak diakibatkan karena merasa superior. Suatu kebudayaan yang belum lama sebelumnya masih memuncaki kejayaannya mulai mengalami kemerosotan. Bukan karena ancaman eksternal, tetapi pemicunya lebih kepada masalah internal dalam pemerintahan Islam saat itu. Kekayaan yang berlimpah-ruah, arsitektur budaya yang hebat, kultur masyarakat yang rapi dan bersih menanamkan bibit-bibit congkak. Perasaaan ini berujung pada kesombongan, merasa paling hebat, besar dan kuat. Fitnah dan perebutan kekuasaan antara umat Islam pun terjadi Sehingga perlahan tapi pasti musuh pun dengan mudah menghancur leburkan warisan Islam paling fenomenal di saentero Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita disuguhi lagi fenomena seperti itu. Setiap orang ingin memperingatkan dan mengajak kepada kebangkitan. Macam-macam caranya. Ada yang dengan amal nyata memulai perbaikan tersebut bertingkat, mulai dari diri sendiri, keluarga masyarakat dan seterusnya. Ada yang masih dalam tataran konsep dan hendak diimplementasikan. Ada yang sudah berlari, ada pula yang berjalan. Ada yang berjalan, ada pula yang merangkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita selalu berorientasi ke orang lain. Menuntut orang lain baik, padahal kita sendiri masih keteteran untuk menjadi sosok ideal. Lebih mending orang yang suka menuntun dan menuntut. Menuntun orang untuk bertindak yang benar dan pada tempat yang benar. Menuntut bila prinsip-prinsip itu dilanggar. Menuntun paling efektif dengan teladan nyata. Ustadz Rahmat Abdullah ketika menyebut orientasi amal mengingatkan pada suatu qaedah : ”Setiap ucapan yang tak menghasilkan amal, maka menyibukkan diri di dalamnya sama dengan menggeluti kerja terlarang dalam syara” (Kullu kalamin la yanbani alaihi amal, falkhaudhu fihi khaudhun fima nuhina anhu syar’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan Diri dari Mencela Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabi’in yang terkenal dengan sikapnya dalam mensucikan jiwa mengatakan, ”Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tidak ada orang yang mau mencela aib orang lain.” Suatu ketika, ia pernah ditanya seorang sahabat, ”Wahai Abu Yazid -panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain? Ia menjawab, ”Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah, lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah setelah melihat dosa-dosa yang dilakukan orang lain. Tetapi sayangnya mereka tidak merasakan hal itu saat melihat dosa-dosa yang dilakukannya sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah pernah berkata bahwa kesempurnaan manusia terletak pada ketidaksempurnaannya. Saya sendiri agak susah menterjemahkanya (maklum, belum ahli filsafat teologis). Yang pasti tidak hanya gading saja yang retak, manusiapun bisa (dan jelas) ’retak’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret Tarbiyah Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Novianto dalam bukunya ”Sudahkah Kita Tarbiyah?” melukiskan sebuah fenomena ikhwah dengan indah. Ia menyebutkan bahwa dalam realitas yang selalu ’retak’ aktivitas mencermati, mengkritisi, dan mengoreksi adalah aktivitas yang sehat dan sangat diperlukan dakwah ini. Aktivitas inilah yang layak kita jadikan modal untuk menghindarkan kita dari sikap establish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perbedaan, sangat timbul berbagai pertanyaan. Seorang kader yang disiplin potensial akan mempertanyakan kader yang sering terlambat. Ikhwan dan akhwat yang mempunyai segudang aktivitas akan potensial ’memprotes’ saudaranya yang dianggapnya masih memiliki banyak waktu luang. Seorang yang teliti dalam menjaga kehalalan rezekinya akan terlihat rewel di mata kader yang tidak seteliti dia. Seorang yang menyukai mukhoyyam, rihlah, riyadah, atau demo bisa saja mengkritisi ikhwahnya yang cenderung ’ngruhi’ atau ’ngustadz’. Seorang yang terlatih dalam seminar, lokakarya, atau diskusi cenderung ’memprovokasi’ kader yang lain untuk berlatih diskusi. Seorang yang suka menulis dan tertib dalam catatan akan mendorong saudaranya untuk juga menulis dan tertib administrasi. Seorang kader potensial mempertanyakan sekian banyak hal dari kader yang lain, karena beberapa perbedaan di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ini adalah realitas kita. Seorang ikhwan sangat disiplin ketika liqo’, meski ia bukan ’pemenang’ dalam berhubungan baik dengan tetangganya. Seseorang menonjol dalam ’prestasi’ dakwahnya meski ia mungkin bukan sosok yang baik bagi keluarganya. Seorang kader menonjol dalam ma’isyahnya di tengah kelemahannya dalam mengisi liqo’, ta’lim atau halaqoh. Seorang kader dinilai sebagai pakar keluarga meski ia dinilai mengabaikan tugas-tugas jama’inya. Seorang ikhwan dan akhwat menonjol di bidang akademiknya bersamaan dengan lemahnya interaksi dengan saudaranya. Seorang dihormati istri dan disayang anaknya, walaupun beberapa mutarobbinya ingin berpindah darinya. Junior merasa idealis dan tidak mau dicampuri seniornya meski sebetulnya tidak mampu mandiri. Seorang akhwat dan ikhwan ahli dalam merencana dan memproyeksikan, tapi kerap mengecewakan dalam implementasinya. Atau sebaliknya, mungkin saja ada keluarga kader yang rumahnya terawat rapi dan bersih, dan sebersih itu pula jumlah binaannya (alias tidak memiliki binaan). Seorang ummahat bisa saja menyebabkan anak-anaknya kerasan, sementara tidak demikian dengan mutarobbiyahnya. Seorang kader ’berapi-api’ dalam membahas politik global dan isu kontemporer setelah beberapa saat yang lalu berkeringat karena harus setor hafalan. Ada yang lebih eksplosif meski tidak konsisten ada ada yang lebih konsisten meski adem ayem saja (kalem), serta banyak variasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-1019266835418823076?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/1019266835418823076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/tak-ada-ikhwah-yang-tak-retak.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1019266835418823076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/1019266835418823076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/tak-ada-ikhwah-yang-tak-retak.html' title='Tak Ada Ikhwah Yang Tak Retak'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-5497176044635746046</id><published>2008-01-30T17:56:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T18:45:42.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bukan Sekedar Peran Biasa'/><title type='text'>Bukan Sekedar Peran Biasa</title><content type='html'>Rasulullah Saw terkejut. Hari itu ia tak melihat wanita yang biasa menyapu di masjidnya. Buru-buru beliau bertanya kepada para sahabatnya. Ternyata wanita tersebut sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah heran dan bertanya-tanya, mengapa ia tak diberi tahu. Abu Bakar memberikan alasan, mungkin para sahabat menganggap wanita itu sepele. Ia hanya tukang sapu. Rasulullah minta untuk ditunjukkan letak kuburan wanita itu. Rasulullah saw pun segera melakukan sholat ghoib.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menunjukkan bahwa sebesar apapun peranan seseorang tak boleh diremehkan. Dalam dunia dakwah semua dibutuhkan. Demikian juga dalam tatanan kemasyarakatan. Harus ada yang jadi pemimpin. Konsekuensi logisnya harus ada yang dipimpin, rakyat, bawahan, bahkan pesuruh sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak perihidup para sahabat. Mereka mempunyai kemampuan beragam. Ada yang mengandalkan ketajaman lisannya dalam berdakwah, kekuatan fisiknya, keahlian dalam memainkan pedang, ingatan yang tajam, kedermawanan dalam bersodakoh maupun kelebihannya masing-masing (baca 60 Perihidup Sahabat Rasulullah).&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz memanggil salah satu Gubernurnya di Malta, Ja’unah bin Harits. Ketika itu, peperangan baru saja dimenangkan. Berbagai hasil rampasan perang dibawa serta menghadap Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah ada korban dari pihak kaum Muslimin?” tanya sang Khalifah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jau’nah menjawab,”Tidak ada, kecuali hanya seorang lelaki biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, seketika Umar bin Abdul Aziz marah besar mendengar jawaban Ja’unah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa katamu, hanya seorang lelaki biasa?” kata Umar dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HANYA SEORANG LELAKI BIASA?” Umar mengulangi kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menambahkan, “kamu datang ke sini membawa kambing, sapi, lalu seorang muslim gugur kamu bilang hanya seorang lelaki biasa? Sungguh kamu tidak akan menjadi pejabatku, tidak juga keluargamu, selama aku masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Umar begitu dahsyat. Gubernur yang sukses dalam mengemban tugas itu dipecat. Selamanya ia tidak akan menjadi pejabat di jaman Umar bin Abdul Aziz. Bahkan juga keluarganya, tak akan ada yang diberi jabatan. Kemarahan itu bukanlah karena seorang yang mati syahid. Namun lebih disebabkan oleh sikap sang Gubernur yang dengan gegabah merendahkan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah. Ada orang-orang biasa, yang karena keislamannya ia menjadi luar biasa. Setidaknya sampai batas ia menjadi Muslim, berideologi dan beraqidah Islam. Itu saja sudah lebih cukup untuk dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam timbangan kehidupan yang kian tidak adil, kita perlu belajar arif. Tengoklah sejenak orang-orang yang mungkin secara lahiriah memang biasa-biasa saja. Siapa tahu mereka justru bisa menjadi tempat belajar yang sesungguhnya. Di dunia ini sangat banyak orang-orang biasa yang sesungguhnya menyimpan kebaikan dan kebasaran yang luar biasa. Wajah mereka mungkin tidak pernah muncul di televisi, dengan segala aksesoris gemerlapnya. Nama mereka mungkin tak pernah tertulis di koran lokal apalagi nasional. Mereka orang-orang yang mungkin sering dianggap tidak ada, tapi peran mereka sangat terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hebat tidak hanya yang sudah terkenal. Sebagaimana orang yang terkenal belum tentu sesungguhnya hebat. Maka tidaklah adil ketika hidup hanya dipihakkan kepada ketenaran dan nama besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran sebagaimana anak kecil dalam pentas drama sekolah (kolom nasihat Irfan Toni Herlambang, Saksi) sungguh sebuah contoh yang tepat. Ketika makan malam, sang anak bercerita tentang sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah aku punya cerita dari sekolah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa sih kamu tampak begitu bersemangat?” kata ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah aku ikut drama di sekolahku! Pokoknya Ayah harus datang ketika aku pentas nanti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya? Kamu dapat peran apa, jadi putri rajakah? Atau jadi kelinci seperti boneka milikmu?” Tampak sang ayah membuat mimik kelinci dengan raut wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Aku dapat peran yang lebih hebat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku dapat tugas bertepuk tangan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah dan Ibu saling berpandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maksudmu! KAMU CUMA JADI PENONTON BEGITU?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil sibuk meralat ucapan sang Ayah, “Bukan-bukan. Kata Ibu guru, aku bertugas memberikan semangat buat teman-temanku.” Ada nada bangga terlihat di sana. “Oh ya, Ibu guru juga bilang, peranku tak kalah dengan lainnya!” Kata sang anak dengan bangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-5497176044635746046?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/5497176044635746046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/bukan-sekedar-peran-biasa_30.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5497176044635746046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5497176044635746046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2008/01/bukan-sekedar-peran-biasa_30.html' title='Bukan Sekedar Peran Biasa'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-8981521570193766795</id><published>2007-10-28T00:24:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T18:47:21.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diatas cinta kami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta ALLAH'/><title type='text'>Cinta ALLAH, diatas cinta kami</title><content type='html'>Alhamdulillahirabbil’alamin, kepada ALLAH kami mohon ampunan dan lindungan dari rasa susah dan sedih. Kepada-Nya kami mengadukan segala kelemahan kami. Kebahagiaan yang tak terperi atas karunia kesederhanaan ini, karena dari kesederhanaan inilah kami senantiasa merasa bahwa nikmat ALLAH atas hamba-hamba-Nya sungguh sangat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“laa yukalifullahu nafsan illa wus’ngafaa, lahaa maa kasabat wa’alayhaa maktasabat.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantunan singkat potongan ayat terakhir surat Al-Baqarah itulah yang selalu mengharuskan kami bersyukur atas semua nikmat yang ALLAH berikan kepada kami, baik itu nikmat kemudahan maupun berbagai nikmat keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa yang hari lalu kami mencoba melanjutkan puasa yang kami rindui untuk kembali kami laksanakan. Sebab setelah beberapa waktu tertunda lantaran beberapa teman sakit. Sembari mengajak yang lain juga biar lebih semangat dan jadi pengingat bersama. Di sisi lain memang kami bukan orang yang berkemampuan finansial lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu kisah yang menjadi kenikmatan kami dalam menjalankan amanah di kampus cukup tenar di Padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun ini kami mendapat amanah yang cukup strategis di lembaga formal tingkat fakultas. Sebagai Ketua Umum, Sekum, Kabid I dan Kabid II, kami berempat. Pada awalnya kami melakukan amalan sunah sendiri-sendiri, kemudian ada dari salah seorang dari kami yang mencoba mengajak buka puasa bersama tiap hari Senin. Akhirnya beberapa orang terdorong untuk ikut buka puasa sorenya, tentunya dengan diawali dengan puasa terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kami lalui dengan cukup bahagia sembari mengajak yang lain untuk memperbaiki diri sendiri, lalu menyeru yang lain juga. Kemudian dalam perjalanannya Kabid I dan II mengalami kondisi badan kurang mendukung untuk melanjutkan aktifitas puasa sunnah tersebut, sebab dengan tidak selang terlalu lama Sekum mencoba mengajak untuk meningkatkan puasa sunnah Senin-Kamis menjadi puasa Nabi Daud, sehari puasa sehari tidak dan seterusnya. Akhirnya kondisi badan kedua kabid semakin melemah dan memutuskan untuk tidak puasa beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua tetap mencoba melanjutkan puasa Senin-Kamisnya walaupun sering berbuka ketika ada undangan-undangan keluar, karena sunnahnya demikian. Sekum juga ingin meneruskan puasa Nabi Daud-nya, walaupun juga harus berbuka ketika ada hidangan dari saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kabid II sudah sembuh dari sakitnya namun sering berada di luar kota sehingga kebersamaan puasa ini belum lagi dirasakan bersama. Kabid I saat ini masih sakit dan belum memungkinkan untuk melanjutkan puasa sunnah, meski secara pribadi ingin memaksakan untuk menjalankan puasa. Subhanallah, ALLAH selalu menganugerahkan hamassah di dada ini untuk senantiasa memperbaiki dan menambah amalan atas sisa hidup kami. tsabit qalbi ‘alaa diinik.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ini juga dalam rangka semakin menambah benteng diri dari budaya Padang yang sok kebarat-baratan, cuex, hedon, memamerkan aurat dan yang lain. Beberapa minggu ini Sekum memang mengalami kendala keuangan namun tetap memaksakan diri untuk puasa, ternyata Ketua juga mengalami kendala keuangan lantaran beasiswa yang selama ini diterima sudah diambang periode penerimaan. Awalnya kondisi ini berjalan biasa-biasa saja, namun pada suatu hari ketahuan juga akhirnya. Untuk urusan pribadi kami memiliki rahasia dan memang tidak terlalu terbuka, tapi untuk mengurusi orang lain dan ummat kami ingin menjadi yang terdepan. Itulah watak yang menyatukan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam saat ketua mengajak sekum berjalan keluar dari sekretariat untuk mencari makan di desa depan kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lan, ayo makan...!!!” ajak sang ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ntar dulu Mar, masih nerima telpon..” jawab sekum sembari mengangkat handphone usangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, udah duluan ya..??, ntar ente nyusul aja.” lanjut ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana, makannya Mar?” tanya balik sekum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Pahe aja...., nyusul ya, ane tunggu disana....” jawab ketua. (pahe = paket hemat, salah satu menu yang disediakan untuk anak-anak kost di warung depan kampus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa, Insya’ALLAH...ane nyusul” tutup sekum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah selesai menerima telpon, ia baru sadar kalau uangnya hari ini tinggal lima ratus rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh makan apa yaa??” gumam sekum sendiri. Dalam batin ia berbicara, “Oia tadi siang kan udah makan, jadi walau kemarin terakhir makan nasi 2 hari lalu, tapi kayaknya masih bisa ditahan laparnya. Dan besok alangkah indahnya jika puasa, karena beda rasanya menahan lapar biasa dengan menjalankan puasa. Ya udah tunggu Amar di sekretariat aja, ga usah nyusul ke pahe.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sekitar 30 menitan, ketua muncul...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai menyampaikan keluhannya, “Wah seminggu ini ane kacau Lan, masa satu minggu ini makan ngutang melulu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil senyum, sekum balik bertanya “Emang lagi ga ada duit? Sama dong dengan ane...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya nich, ane tadi malem makan pinjem sama si fulan trus ambil minuman itu juga belum ana bayar...” jawab ketua sambil tangan menunjuk botol minuman serat alami produk kampus sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum haru sekum melanjutkan kesibukannya untuk komunikasi via sms dengan rekan kerjanya. Sejenak suasana terdiam, sambil masing-masing melempar senyum, tanpa harus diteruskan keluhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datang 2 orang tamu dari mitra lembaga di kampus itu, yang juga sering bermalam di sekretariat sebab tugas-tugas lembaga cukup banyak menguras waktu malamnya. Ternyata memang janjian bahwa malam itu mau membahas issue strategis kampus, yakni tentang kenaikan biaya pendidikan. Subhanallah, ketika pengurus yang lain sudah istirahat di rumah dan kost masing-masing, mereka masih memikirkan langkah-langkah apa yang akan ditempuh dalam menjalankan amanah ini. Semoga ALLAH membalas waktu yang tergadai dengan sebaik-baiknya balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....................&lt;br /&gt;Kerinduan berjumpa dengan ALLAH kelak, adalah kebahagiaan yang semata-mata kami harapkan. Masa panen bukan disini....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-8981521570193766795?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/8981521570193766795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/cinta-allah-diatas-cinta-kami.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8981521570193766795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8981521570193766795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/cinta-allah-diatas-cinta-kami.html' title='Cinta ALLAH, diatas cinta kami'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-9061122503804618913</id><published>2007-10-25T20:31:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T18:47:54.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adik dimana??'/><title type='text'>Adik dimana??</title><content type='html'>kerinduan akan sebuah amal jama’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jauh perjalanan ini kutempuh dalam naungan ukhuwah untuk bertemu adik tercinta. Ibu dan Ayah kita telah banyak memberikan bekal untuk mengarungi perjalanan panjang ini. Entah adik dimana kurasa semua lorong sudah kususuri, namun abang belum berjumpa dimana adik berada. Mungkin Allah belum mengizinkan perjumpaan kita dalam amal jama’i ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai alamat yang adik tinggalkan di rumah, yang pertama abang tuju adalah rumah Bapak ammah. Sampai di rumah beliau dengan sedikit basa-basi abang bertanya tentang kontribusi dan keberadaan adik di sana. Sesuai kontrak dengan Pak Ammah adik disitu hanya 1 tahun. Dengan hati penuh kerinduan abang mendengarkan cerita Pak Ammah tentang adik. Belum lama bercerita Pak ammah sendiri sudah mulai heran, sebab nama adik tertera jelas dalam daftar nama penghuni, namun seingat Pak Ammah dan berdasar absensi yang pernah dilakukan, keberadaan adik sangat dipertanyakan. Saat rapat-rapat, saat-saat aksi, dan kegiatan-kegiatan di rumah Siyasah, adik jarang hadir. Juga cukup jarang memberitahukan alasan-alasan adik.&lt;br /&gt;Kegembiraan abang di awal justru menjadikan kerinduan semakin memuncak dan menambah beban kesedihan, termasuk juga yang abang lihat dari berkaca-kacanya mata Pak Ammah saat menceritakan adik.&lt;br /&gt;Tak mungkin surut langkah ini berjalan untuk mencari adik. Dan abang tetap melanjutkan langkah-langkah kecil ini. Abang juga ingat seorang sahabat adik yang cukup dekat dengan adik saat itu, yang tinggal di Gang UKK. Langkah kaki abang pun tertuju ke sana. Sampai di mulut gang abang kembali mendapat petunjuk dari pedagang yang berjualan disitu kalau sahabat adik tinggal di rumah dengan lambang RAI. Tanpa berpikir lama abang langsung mencari rumah dengan lambang RAI sesuai penjelasan pedagang itu.&lt;br /&gt;Sampai di rumah itu abang terkejut, sebab rumah RAI itu mirip rumah kosong, sepi penghuni, meja kursi berantakan, atap rumahnya bocor dan hampir roboh. Dengan was-was abang memberanikan diri untuk masuk. Setelah coba masuk. Ternyata di dalam kamar rumah RAI itu masih ada yang penghuninya, yang hidup sederhana apa adanya.&lt;br /&gt;Tanpa basa-basi abang tanya tentang keberadaan adik, anehnya orang yang belum saya tanya namanya itu justru bertanya balik tentang adik kepada abang, kemana selama ini. Padahal sangat banyak kegiatan yang dilakukan dirumah RAI. Kembali orang lain bertanya tentang adik dan keberadaan adik setelah sebelumnya Pak Ammah.&lt;br /&gt;Subhanallah, kerinduan ini semakin mencuat dan membanjiri seluruh raga abangmu ini. Semangat semakin bulat untuk mencari dan bertemu dengan adik. Berhari-hari berjalan, lelah, jauh dan mengharukan. Abang sadar bekal abang dalam perjalanan ini terbatas dan tinggal sedikit. Kaki sudah berat dan enggan melangkah. Namun dari kejauhan nampak sebuah warung. Tak peduli beratnya kaki diangkat semangat dan pikiran abang mengharuskan untuk sampai ke warung itu. Alhamdulillah sampai juga akhirnya.&lt;br /&gt;Warung itu jelas terbaca dan tak mungkin terlupakan, sebab dari situlah dulunya abang berasal serta mendapat banyak bekal. Ya di Warung Forum tempat orang singgah menata niat dan tujuan.&lt;br /&gt;Setelah melepas penat dan mencoba memompa semangat, di warung forum abang coba menjelaskan perjalanan ini kepada pemilik warung. Sebab kerinduan ini, abang jelaskan secara detail tentang adik. Dan senangnya hati abang ketika pemilik warung mulai bercerita tentang kontribusi adik. Beliau bercerita tentang begitu semangatnya adik di awal tahun dalam membawahi salah satu cabang warung forum. Walau pada kelanjutannya cabang-cabang warung itu tidak berjalan optimal.&lt;br /&gt;Dikarenakan banyaknya cabang-cabang warung yang tidak berjalan optimal dari yang direncanakan, warung forum mengalami kerugian dan bangkrut dari tahun ke tahun. Abang turut berduka mendengar berita ini, sebab abang ingat betul bahwa banyak bekal yang abang dapatkan dari warung itu dulu hingga saat ini. Dengan berat hati, sedih dan kerinduan semakin mendalam, kulanjutkan perjalanan ini ke rumah pak lurah sesuai penjelasan pemilik warung tadi. Katanya di rumah pak lurah ada data semua penduduk di desa ini.&lt;br /&gt;Pak lurah yang tinggal di Jalan Dakwah no.16 bernama Pak Kdr. Orangnya ramah, penyayang, dan bijaksana. Setelah dipersilakan masuk di ruang tamu, mulai abang utarakan satu persatu pemberhentian dan perjalanan yang telah terlewati. Pak Kdr bersama petugas yang menemani pun memahami hal tersebut, yang saat ini cukup membuat pusing beliau tentang maraknya kasus yang abang alami. Langsung Pak Kdr yang bijak itu mengeluarkan buku data penduduk untuk kembali mencari keberadaan adik dimana. Semua tempat singgah yang abang lalui juga terdata lengkap di buku itu. Sesuai data yang ada nama adik pernah berada di ruang-ruang kontribusi tersebut.&lt;br /&gt;Saat petugas pembantu Pak Kdr itu mencoba mengingat-ingat kalau tidak salah adik pindah ke desa UK tanpa memberitahukan petugas kelurahan. Desa UK letaknya lumayan jauh di bawah bukit. Tak berpikir lama, bergegas abang pamitan dan melanjutkan perjalanan menuju desa UK. Entah Allah belum mengizinkan pertemuan kita atau memang abang harus terus bersabar. Dan kerinduan ini semakin mendalam.&lt;br /&gt;Allahu akbar, kesabaran yang seperti apa yang kembali diuji dalam perjalanan ini. Ternyata setelah sampai di desa UK katanya adik sudah pindah ke kota kampus yang letaknya sangat jauh.&lt;br /&gt;“Dik, abang begitu lelah berjalan ingin bertemu dengan adik. Mimpi-mimpi malam berjumpa dengan adik, sering menghiasi kerinduan ini.”&lt;br /&gt;“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” [9:105]&lt;br /&gt;Abang yakin kau sedang bekerja di sana, beramal, membangun umat, memperbaiki dan terus memperbaiki keadaan yang semakin carut marut ini. Namun abang juga sangat rindu ingin berjumpa dalam kerja-kerja bersama. Di rumah Siyasah, forum, dan Kaderisasi. Ya, bukan sendiri-sendiri karena tak banyak yang bisa dilakukan sendiri.&lt;br /&gt;Di sini abang bersama yang laen, Adik dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note:&lt;br /&gt;.adik = ADK&lt;br /&gt;.yg laen disesuain sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-9061122503804618913?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/9061122503804618913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/adik-dimana_1427.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/9061122503804618913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/9061122503804618913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/adik-dimana_1427.html' title='Adik dimana??'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-8517093900593540984</id><published>2007-10-25T05:14:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T18:48:13.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemenangan Dalam Sebuah Pengorbanan'/><title type='text'>Kemenangan Dalam Sebuah Pengorbanan</title><content type='html'>Pada jaman dahulu ada seorang raja, ia memiliki seorang penyihir, ketika penyihir itu telah lanjut usia, ia berkata kepada Raja: "Sesungguhnya aku telah tua dan sebentar lagi kematian akan menjemputku, maka datangkanlah seorang pemuda kepadaku untuk kuajari ia tentang sihir," maka raja mendatangkan seorang pemuda kepadanya dan penyihir itu mengajarinya sihir.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara penyihir dan raja terdapat seorang pendeta, lalu pemuda itu mendatangi pendeta serta mendengarkan ucapannya, pemuda itupun terkagum-kagum dengan ucapan sang pendeta, yang menyebabkan sang pemuda terlambat menghadap sang penyihir sehingga sang penyihir marah dan memukulnya seraya berkata: "Apakah yang telah menahanmu?," dan jika pemuda itu datang kepada keluarganya maka ia dipukul oleh keluarganya itu sambil berkata: "Apa yang telah menahanmu?," kemudian pemuda itu melaporkan kejadian itu kepada pendeta, maka pendeta itu berkata: "Jika penyihir hendak memukulmu maka katakanlah yang menahanku adalah keluargaku dan jika keluargamu yang hendak memukulmu maka katakanlah yang menahanku adalah penyihir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda: "Pada suatu hari tiba-tiba datang seekor binatang melata yang besar serta menakutkan, binatang itu telah mengurung manusia sehingga manusia tidak bisa keluar dari kurungan itu, maka berkata pemuda itu: "Hari ini saya akan mengetahui siapa yang dicintai oleh Allah, pendeta itu atau penyihir itu," Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, "Pemuda itu mengambil sepotong batu dan berkata: "Ya Allah jika pendeta itu lebih Engkau cintai dan Engkau ridhai dari pada penyihir itu, maka bunuhlah binatang ini sehingga manusia terlepas dari kurungannya, "dan pemuda itu melemparkan batu kearah binatang itu, maka binatang itu mati dan terlepas dari kurungan binatang itu, lalu sang pemuda mengabarkan kejadian itu kepada pendeta maka berkatalah sang pendeta: "Wahai anakku sesungguhnya engkau lebih baik dari pada diriku dan sesungguhnya engkau akan mengalami cobaan yang amat besar dan jika engkau mengalami cobaan itu janganlah engkau menunjuk kepadaku, "lalu pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta dan bahkan dia bisa memnyembuhkan manusia dari berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja tersebut mempunyai seorang teman yang tertimpa penyakit buta, lalu teman raja itu mendengar tentang pemuda itu, maka ia datang menemui pemuda degan membawa berbagai macam hadiah, teman raja itu berkata: "Sembuhkanlah aku dari penyakit ini maka milikmulah seluruh hadiah-hadiah ini, "maka sang pemuda berkata: "Saya tidak bisa menyembuhkan seseorang, sesungguhnya yang menyembuhkan hanyalah Allah, jika engkau percaya pada Allah maka aku akan berdo'a kepada Allah untuk menyembuhkannmu, " lalu teman raja itu beriman kepada Allah dan sang pemuda berdo'a kepada Allah maka teman raja itu sembuh dari penyakitnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian teman raja itu mendatangi raja dan duduk di sisi raja seperti biasanya, maka sang raja berkata kepada temannya:"Wahai Fulan siapakah yang telah menyembuhkan penglihatanmu kepadamu?" maka temannya menjawab: "Tuhanku", berkata raja:"Sayakah?," teman raja menjawab:"Bukan, melainkan Tuhanku dan Tuhanmu juga yaitu Allah," raja berkata:"Jadi engkau mempunyai Tuhan selain aku?" temannya menjawab:"Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah," maka sang raja terus menyiksa temannya itu hingga ia menunjuk kepada sang pemuda, maka sang pemuda itu dipanggil kehadapan raja, berkata raja kepada pemuda itu:" Wahai anakku telah sampai kepadaku berita tentangmu bahwa engkau dapat menyembuhkan kebutaan dan penyakit kusta serta penyakit-penyakit lainnya," pemuda itu berkata:" Saya tidak dapat menyembuhkan seseorang sesungguhnya hanya Allah yang dapat menyembuhkan." raja berkata:"Saya?," pemuda itu menjawab:"Bukan," "Ataukah engkau mempunyai Tuhan selain aku?" pemuda itu menjawab: "Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka raja pun menyiksa pemuda itu, pemuda itu terus disiksa hingga dia menunjukkan pendeta itu, maka pendeta itu dibawa kepada raja, dan raja berkata: " Kembalilah engkau kepada agamamu!," pendeta itu menolak, maka diletakkan gergaji dilehernya hingga membinasakannya, lalu berkata raja kepada temannya yang dulu buta: "Kembalilah engkau kepada agamamu!," temannya itu menolak, maka diletakkanlah gergaji dileher temannya itu hingga membinasakannya. Dan berkata raja kepada pemuda: "Kembalilah engkau kepada agamamu!," pemuda itu menolak, lalu pemuda itu dibawa ke suatu gunung oleh beberapa orang, dan raja berkata: "Jika kalian telah sampai dipuncak gunung itu dan dia belum juga mau kembali kepada agamanya semula maka lemparkanlah pemuda ini dari atas gunung!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah mereka, dan ketika mereka telah berada di atas gunung, berkata pemuda itu: "Ya Allah lakukan sesuatu kepada mereka sesuai kehendak-Mu," maka gunung itu berguncang hingga mereka semua terlempar dari atas gunung, kemudian pemuda itu datang dan menemui raja, maka raja berkata: "Apa yang telah dilakukan oleh teman-temanmu?" pemuda itu menjawab: "Allah telah menolongku," kemudian sang raja memerintahkan untuk membawa pemuda itu ketengah laut oleh beberapa orang dengan menggunakan perahu yang panjang lalu sang raja berkata: "Jika kalian telah sampai di tengah laut dan dia belum juga mau kembali kepada agamanya semula maka tenggelamkanlah ia di laut," lalu pemuda itu berkata: "Ya Allah lakukan sesuatu kepada mereka sesuai kehendak-Mu," maka tenggelamlah orang-orang itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pemuda itu datang menemui raja, maka berkata raja: "telah dilakukan oleh teman-temanmu?" pemuda itu menjawab: "Allah telah menolongku," kemudian pemuda itu berkata kepada raja: "Sesungguhnya engkau tidak dapat membunuhku sebelum angkau melakukan sesuatu yang aku perintahkan kepadamu, dan jika telah melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu itu, maka engkau bisa membunuhku," berkata raja: "Apakah itu?," sang pemuda menjawab: "Engkau kumpulkan manusia disuatu tempat terbuka, kemudian engkau salib aku disebatang pohon lalu mengambil satu anak panah dari tempat menyimpan anak panahku, kemudian katakanlah: "Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini," jika engkau melakukan itu maka engkau dapat membunuhku," maka sang raja melaksanakan perintah itu, dan dengan membaca: "Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini," ia melepaskan anak panah dari busurnya hingga anak panah menancap pada pelipis matanya, lalu pemuda itu meletakkan tangannya pada tempat menancapnya anak panah dan mati, maka saat itu pula orang-orang yang berkumpul percaya (beriman) kepada Tuhan pemuda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dikatakanlah kepada raja itu: "Tahukah engkau sesungguhnya engkau tidak berhati-hati?," lihatlah semua manusia telah beriman, maka raja memerintahkan untuk membuat parit-parit kemudian dinyalakan api, lalu raja berkata: "Barangsiapa yang tidak mau kembali kepada agamanya semula maka masukkanlah mereka ke dalam parit itu," Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Mereka saat itu saling dorong untuk masuk ke dalam parit itu, hingga seorang wanita beserta anak bayinya yang masih menyusui, seakan-akan wanita itu hendak mundur dari api itu, maka bayinya berkata kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersabarlah engkau wahai ibuku, karena sesungguhnya engkau dalam kebenaran."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-8517093900593540984?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/8517093900593540984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/kemenangan-dalam-sebuah-pengorbanan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8517093900593540984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8517093900593540984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/kemenangan-dalam-sebuah-pengorbanan.html' title='Kemenangan Dalam Sebuah Pengorbanan'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-6387609383297799147</id><published>2007-10-25T02:27:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T18:48:30.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CACAT MENTAL DAKWAH'/><title type='text'>CACAT MENTAL DAKWAH</title><content type='html'>Idealnya, kondisi umat bisa diperbaiki dengan dakwah. Seperti sering diibaratkan orang, da’i adalah dokter dan umat adalah pasiennya. Namun apa jadinya sang pasien, jika sang dokter salah dalam melakukan pengobatan. Alih-alih medapatkan kesembuhan, malah sakit bertambah parah. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dalam dunia dakwah. Kesalahan yang dilakukan para da’i menyebabkan dakwah tidak mencapai tujuannya. Salah satu bentuk kesalahan tersebut adalah bila di dalam kancah dakwah berkembang penyakit mental. Di antara penyakit-penyakit mental (ma’nawiyah) dalam dakwah itu adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sikap infi’aliyyah (reaksioner). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gerakan dakwah bisa dikategorikan reaksioner jika segala gerakannya tidak berangkat dari tujuan dan sasaran yang jelas; tidak berdasarkan tahapan-tahapan yang jelas, dan tidak menggariskan langkah-langkah yang jelas. Sehingga semua manuvernya tidak lebih dari reaksi terhadap kondisi sesaat yang muncul atau terhadap isu yang dianggap aktual. Dengan kata lain dakwah yang infi’aliyyah adalah dakwah yang tidak berpijak pada manhaj (jalan, sistem) yang jelas. Padahal Allah SWT telah menegaskan pentingnya manhaj yang jelas itu. "Katakanlah inilah jalanku, aku menyeru ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas (bashirah)." (Yusuf 108) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, gerakan dakwah terkesan ngawur alias tak tentu arah. Energi dakwah terkuras untuk merespon berbagai kasus, peristiwa, perkembangan politik, atau problem sosial yang fenomenal. Sementara itu, permasalahan umat yang sesungguhnya terabaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti gerakan dakwah tidak perlu merespon permasalahan fenomenal. Sebab, pada dasarnya gerakan dakwah memang dituntut mampu merespon bahkan mencari solusi bagi permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Misalnya masalah korupsi, kerusuhan, dan masalah-masalah sosial lainnya. Akan tetapi dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang harus ditegaskan. Pertama, berdasarkan paradigma Islam, segala problema kemasyarakatan maupun individual muncul akibat jauhnya manusia dari aqidah Islam dan syari’at Islam. Kedua, karena itu harus ada gerakan yang integral dan simultan untuk membenahi aqidah umat dan menumbuhkan keberpihakan terhadap syari’at Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dipahami, Islamisasi kehidupan bukanlah sekedar membuat umat Islam melakukan shalat, puasa, haji, wirid, dan ritual lainnya. Sayangnya, justru corak pemahaman parsial macam itulah yang amat digandrungi oleh para penjajah dan kaum bermental penjajah dari bangsa sendiri. Sebab Islam dalam bentuknya yang ritual (sebagian orang menyebutnya agak keren sebagai ‘Islam kultural’) itu adalah Islam yang mudah ditaklukan dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Untuk itulah orang-orang yang bermental penjajah itu senantiasa memberikan PR-PR kepada umat Islam agar terjebak dengan isu-isu sesaat. Akibatnya isu-isu abadi berupa pembinaan aqidah dan pemahaman akan keutuhan Islam tak tersentuh secara memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, membangun figuritas (wijahiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan ketaatan tapi melarang taqlid buta; memerintahkan kesetiaan tapi mengharamkan kultus individu; mewajibkan penghormatan terhadap orang yang layak mendapatkannya namun mencela figuritas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak kericuhan yang terjadi pada umat ini akibat sikap figuritas ini. Bayangkan, seseorang menolak kebenaran hanya karena kebenaran itu bukan disampaikan oleh orang yang dia figurkan. Dan menerima segala apa yang disampaikan oleh orang yang menjadi figurnya, betapa pun nyata-nyata salah menurut standar Qur’an dan Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figuritas dapat memunculkan tradisi taqlid (sikap membebek). Sikap yang kemudian berkembang adalah kecintaan kepada tokoh, bukan kepada Islam. Berjuang karena figur, bukan keikhlasan. Pada waktu bersamaan, pembelaan terhadap Islam melemah. Hal ini menjelaskan pertanyaan, "Mengapa tokoh yang jelas salah dan menyimpang dari Islam terus dibela dengan berbagai alasan. Saat ada ancaman besar terhadap Islam banyak orang tidak bereaksi. Namun, ketika orang yang diidolakannya mendapatkan kritikan, ia membela mati-matian?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memerintahkan agar kita taat kepada Rasulullah saw. Pada waktu bersamaan Allah juga memerintahkan, agar pengorbanan dan perjungan dilakukan karena Allah SWT, bukan karena Rasulullah saw. Ini ditegaskan dalam Al-Quran, "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kalian akan berbalik ke belakang (murtad)." (Ali Imaran 144) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat itu pula yang dibacakan Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika menghadapi Umar Bin Khattab yang tidak percaya akan wafatnya Rasulullah SAW sehingga mengatakan, "Barang siapa yang mengatakan Muhammad telah meninggal akan saya penggal lehernya." Itu semua menegaskan kepada kita bahwa dalam beramal, berkorban dan berjuang, hanya Allah yang menjadi tujuan. Jika Allah SWT mengecam orang yang berjihad dan ber-Islam karena Rasulullah SAW, maka lebih buruk lagi orang yang berjuang karena manusia biasa. Yang paling buruk adalah orang yang menggunakan dakwah untuk membangun figuritas diri, bukan loyalitas kepada kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, merasa paling hebat (i’tizaziyyah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah seharusnya mengarahkan orang pada sikap tawadhu’ (rendah hati). Apabila seorang da’i dari awal merasa paling hebat dan dakwahnya paling benar, bukan sikap tawadhu’ yang akan tumbuh. Boleh jadi yang subur adalah sikap sombong dan takabbur serta memandang orang lain dan gerakan dakwah lain tidak ada artinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan selalu nomor satu adalah penyakit yang ditularkan iblis. Iblis merasa hebat dengan sesuatu yang sebetulnya bukan parameter kehebatan. "Aku lebih darinya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah," ujar iblis saat Allah berttanya tentang alasannya tidak mau sujud kepada Adam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi i’tizaziyyah dalam dakwah muncul dalam berbagai bentuk. Bentuk yang sering muncul adalah keengganan menjalin kerja sama dalam proyek dakwah. Bahkan merasa bisa melakukan da’wah sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal yang juga sering muncul adalah klaim kebenaran mutlak untuk diri dan kelompok sendiri serta kesalahan mutlak untuk orang lain. Sering kali dalam bentuk pengkavlingan negeri akhirat. Yang mengikutinya "ditempatkan" di sorga. Dan yang tidak mendukungnya ia "masukkan" ke neraka. Seolah ia telah dititipi kunci surga oleh Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sikap merendahkan dan menafikan orang lain (intiqashiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan dua sisi mata uang, bangga dengan diri sendiri selalu bersanding dengan sikap merendahkan orang lain. Jika ini yang berkembang ada dua kemungkinan yang muncul jika melihat keberhasilan orang lain. Pertama, dengki, dan kedua menafikan keberhasilah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengki maupun sikap menutup mata terhadap keberhasilan yang dicapai orang pada dasarnya sama: tidak mensyukuri karunia Allah, karena karunia itu bukan turun kepada dirinya. "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Akankah da’wah seperti itu mampu menyelesaikan berbagai persoalan umat? Rasanya sulit. Problematika umat dewasa ini amat kompleks. Paling tidak, ada dua kebutuhan utama sebagai syarat untuk menyelesaikan segala persoalan umat. Pertama, adanya kerjasama (‘amal jama’i) antar da’i dan kelompok dakwah. Kedua, terciptanya kondisi masyarakat yang mempunyai kesadaran dan wawasan Islam yang memadai. Wawasan Islam yang dimaksud termasuk pemahaman secara utuh tentang Islam yang syamil (integral). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana mungkin terjalin amal jamai yang harmonis, saling menguntungkan dan penuh ukhwah jika terdapat i’tizaziyyah dan intiqashiyyah. Mungkinkah masyarakat akan sampai pada tingkat pemahaman yang baik jika mereka tidak diajak untuk menyelami keutuhan Islam, akibat terjebak dengan fenomena dan isu temporer. Masih beruntung kalau dakwah sekedar dianggap gagal menjalankan misinya. Yang ironis jika dakwah justru dituduh menambah ruwetnya persoalan. Nah! (Tate Qomaruddin)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-6387609383297799147?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/6387609383297799147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/cacat-mental-dakwah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6387609383297799147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/6387609383297799147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/10/cacat-mental-dakwah.html' title='CACAT MENTAL DAKWAH'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-8618156361578289491</id><published>2007-07-09T23:17:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T18:48:49.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sebuah Perenungan tentang &quot;Kebutuhan&quot;'/><title type='text'>Sebuah Perenungan tentang “Kebutuhan”</title><content type='html'>Terjadi lagi….&lt;br /&gt;Apa saya benar-benar sembrono, atau Allah emang mentakdirkan saya seperti ini…Hmmm&lt;br /&gt;Jawaban yang akan membuat hati ini tenang pasti adalah jawban kedua, Allah emang mentakdirkan saya seperti ini, uhg dimana yah nilai tawakal..Hahaaha.&lt;br /&gt;Ditanyakan keteman-teman tentang pristiwa itu, mereka pada tertawa eh malah bilang, “udah saatnya tuh cari pendamping” apa coba…ngambung aja ngak.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi itu penting, bahkan udah jadi kebutuhan semua orang bahkan media komunikasi udah berserakan dimana-mana, ada Hp, Telepon, Internet, wah banyak deh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan itu masalahnya bagi saya………?&lt;br /&gt;Pernah seorang teman meledek saya, “eh lw kan punya mobil, motor, usaha, rumah, tapi masak gak punya……………? “ jengkel rasanya&lt;br /&gt;Emang karena itu doang kita bias bersahabat, bisa diskusi, bisa perintah sana sini, ya nggak lah…..tapi ko selalu aja kea rah sana.&lt;br /&gt;Mungkin jamannya kali, itu sudah menjadi “kebutuhan” tapi tetap aja masih gak masuk akal…….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan saya ngak ingin memilikinya, Cuma saya takut menjadi orang yang mubazir……ini sudah yang sekian kalinya! Saya Cuma takut ama Allah kalo saya dimasukan golongan orang-orang yang tidak dapat memanfaatkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya cuma ingin meyakinkan diri ini, kalo memang takdir Allah saya gak bisa memiliki sebuah Hp ya udah, saya akan mencoba mengoptimalkan alat komunikasi lain. Karunia Allah kan banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakat!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-8618156361578289491?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/8618156361578289491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/sebuah-perenungan-tentang-kebutuhan.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8618156361578289491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/8618156361578289491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/sebuah-perenungan-tentang-kebutuhan.html' title='Sebuah Perenungan tentang “Kebutuhan”'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-4112434791200396708</id><published>2007-07-09T16:19:00.002+07:00</published><updated>2008-10-15T18:49:05.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>Filsafat</title><content type='html'>Suatu ketika, saya di”marahi” oleh seorang kawan. Sebabnya sepele, karena saya membaca buku tentang filsafat pendidikan. Saat itu saya merasa bingung, tepatnya saya bingung apa yang salah dengan saya. Apakah salah karena saya membaca buku ini di waktu kuliah atau karena saya membaca buku yang berkaitan dengan filsafat. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari kebingungan tadi, saya beranikan diri untuk bertanya balik, mengapa saya dimarahi, dengan lugas dia mengatakan karena saya mempelajari filsafat. Lalu dengan nada protes dan reaktif saya mengatakan bahwa segala sesuatu harus dipahami lewat filsafat, apalagi mengenai pendidikan atau keilmuan, kita perlu mengkritisi ilmu-ilmu kita, apakah sesuai dengan epistemologi ilmu atau kita hanya di-cucuk hidung untuk berperilaku sesuai ilmu yang ada di ”textbook” kita, tanpa pengkritisan. Lalu rekan saya tadi berkata singkat, filsafat adalah sesat. Zleb... bagai pedang tajam yang menusuk dada, saya hanya bisa cengar-cengir.&lt;br /&gt; Peristiwa diatas saya alami ketika saya duduk disemester 2, waktu itu saya sedang riang-riangnya mempelajari filsafat. Sejak peristiwa tersebut, saya pun semakin tertarik dan terbuai dengan filsafat. Mulai dari filsafat materialisme-historis (hegelian), filsafat pendidikan baik islam maupun barat, filsafat pancasila, filsafat kontemporer dan lain-lain. Tokoh-tokoh seperti hasan hanafi, habermas, marx, stephen law, naquib al attas, nietzche menjadi akrab dengan saya.&lt;br /&gt;Filsafat dan Islam&lt;br /&gt; Mencoba untuk menyimpulkan mengapa teman saya berani mengeluarkan pernyataan bahwa filsafat adalah sesat, ialah karena sejarah islam, umat islam terpecah menjadi beberapa golongan. Ada satu golongan yang selalu menggunakan rasionalitas lebih besar daripada ”iman”, yakni muktazil’ah. Menurut frame berpikir teman saya ini, muktazilah adalah golongan yang sesat. Selain hal di atas, filsafat dikatakan sesat karena mencoba mencari kebenaran hakiki, padahal Islam telah mengajarkan bahwa kebenaran hakiki adalah Alloh SWT. Kalangan tasawuf yang merupakan bagian dari filsafat islam memandang ajarannya untuk mencari dasar dari segala dasar, dan menjadi sangat berbahaya karena pengakuan mereka (tasawuf/filsafat) akan bersatunya mereka dengan Tuhan (Ana Al Haj), sehingga ketika seorang sufi sudah memahami dasar dari segala dasar mereka bisa mengatakan bahwa mereka telah bersatu dengan Tuhan. Bukan tujuan saya untuk mendefinisikan Muktazilah dan tasawuf disini, melainkan saya mencoba untuk memaparkan argumentasi pribadi tentang mengapa memahami filsafat itu penting dan tidak bertentangan dengan islam.&lt;br /&gt;   Kegunaan utama dari mempelajari filsafat adalah menjadikan manusia kreatif dalam berpikir, karena filsafat menekankan aspek kebebasan berpikir. Apakah hal ini bertentangan dengan islam ? Wallahualam. Menurut al-Ghazali (beliau mengkafirkan filosof) ada tiga hal yang membawa filosof pada kekufuran, yakni pendapat bahwa alam dan semua substansi adalah qadim (tidak bermula), Tuhan tidak mengetahui juz’iyyat (perincian yang ada di alam), kebangkitan jasmani tidak ada. Yang menarik adalah paska Ghazali mengkafirkan filosof di belahan bumi lain Ibnu rusd membantah pernyataan ghazali tersebut.&lt;br /&gt;Di luar dari pro-kontra filsafat di tubuh pemikir Islam terdahulu, saya hanya mencoba menyampaikan bahwa memang ada pembatasan berpikir dalam islam, karena di islam ada hal-hal yang hanya mampu ditangkap oleh keimanan, seperti adanya tuhan, takdir, surga dan lain-lain. Hal ini yang menyebabkan filsafat dalam islam tidak lagi merupakan filsafat yang mencoba untuk menggali adanya tuhan atau tidak, dan juga bukan pula filsafat yang mencari kebenaran hakiki, karena dua hal ini sudah jelas ditegaskan dalam Firman Alloh yang bisa kita baca di Alquan. Dan seorang muslim tidak boleh ragu terhadap apa yang telah tersirat di Alquran. Bila ragu maka ada yang salah dengan pemahamn ke-Islamannya. &lt;br /&gt;Filsafat Hari Ini&lt;br /&gt; Secara umum filsafat terdiri dari tiga aspek, yakni epistemologi (sering dibahasakan keperiadaan), ontologi dan aksiologi. Gampangnya dalam memahami tiga hal ini, kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan yang meng-cover aspek-aspek diatas, yakni mengapa sesuatu ”ada”, idealita dari ke”ada”an tersebut apa, dan bagaimana mewujudkan ke”ada”an tadi.&lt;br /&gt; Penting sekali memahami filsafat, karena filsafat mampu membantu memberikan pemahaman mendalam akan segala sesuatu, terutama ilmu-ilmu kita yang bermacam-macam ini (manajemen, akuntansi, komputer, politik, hukum, kedokteran dan yang lain). Lebih lanjut dengan paham akan filsafat kita pun tahu darimana ilmu berasal, dan bertujuan untuk apa. Apalagi mengenai filsafat pendidikan, kita perlu mengerti, apakah ilmu itu bebas nilai atau tidak, untuk apa manusia memahami ilmu, beserta pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dan kita perlu kritis, apakah ilmu-ilmu kita ini bisa bermanfaat untuk rakyat, atau ilmu-ilmu kita ini hanya menge-set kita untuk menjadi ”robot-robot made in kapitalisme” atau ?, atau lainnya.   &lt;br /&gt; Sebagai muslim jangan apriori dulu ketika mendengar kata filsafat, yang harus dilakukan adalah pengkritisan terhadap sesuatu hal, termasuk fisafat itu sendiri. Selama tidak bertentangan dengan akidah, maka kembangkan saja pola pikir kritis, bila pun ingin mengkritisi sesuatu yang berkaitan dengan akidah, ada baiknya agar dalam menyelami pengkritisan ini teman-teman didampingi oleh seorang guru.&lt;br /&gt; Yang jelas filsafat hari ini menjadi semakin menarik karena Dian Sastro kan anak filsafat (he...he..)&lt;br /&gt; Ini hanya pendapat, bukan ijtihad apalagi fatwa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wass&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-4112434791200396708?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/4112434791200396708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/filsafat.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/4112434791200396708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/4112434791200396708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/filsafat.html' title='Filsafat'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2131993230577892783.post-5437001344846901407</id><published>2007-07-02T04:43:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T18:49:25.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korupsi Kaum Akademisi'/><title type='text'>Korupsi Kaum Akademisi</title><content type='html'>“Seorang intelektual pada azasnya adalah seorang pengeritik masyarakat, seorang yang pekerjaannya mengidentifikasi, menganalisis dan dengan demikian membantu mengatasi rintangan-rintangan jalan yang menghambat tercapainya susunan-susunan masyarakat yang lebih baik, lebih berperikemanusiaan dan lebih rasional. Dengan demikian dia menjadi hati nurani masyarakat dan menjadi juru bicara dari kekuatan-kekuatan progresif yang terdapat dalam tiap periode tertentu dari sejarah. Dan dengan demikian mau tidak mau dianggap “pengacau” dan seorang yang menjengkelkan bagi penguasa” (Paul Baran).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas dan Akademisi&lt;br /&gt;Universitas secara umum dapat didefinisikan sebagai sekolah untuk pendidikan dan sekolah untuk penyelidikan, yang terdiri dari beberapa fakultas dan terikat pada Tri Dharma perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Menurut Hatta, dalam “Cendekiawan dan Politik”, tugas universitas adalah membentuk manusia susila dan demokratis yang :&lt;br /&gt;1. mempunyai keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya.&lt;br /&gt;2. cakap berdiri sendiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;3. cakap untuk memangku jabatan negeri atau pekerjaan masyarakat yang memerlukan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, maka pendidikan ditekankan pada pembentukan karakter manusia seutuhnya. Pangkal segala pendidikan karakter adalah cinta akan kebenaran dan berani mengatakan salah dalam menghadapi sesuatu yang tidak benar&lt;br /&gt;Dalam “Pengkhianatan Kaum Intelektual”-nya Julian Benda, masyarakat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, adalah Intelektual yakni orang yang dipandang sebagai golongan yang mendedikasikan hidupnya dalam pencarian kebenaran utama. Kedua, kaum awam yaitu orang yang seluruh hidupnya terikat pada fungsi mengejar kepentingan material dan duniawi.&lt;br /&gt;Termasuk dalam barisan golongan Intelektual adalah dosen, akademisi, peneliti dan mahasiswa.&lt;br /&gt;Kaum Intelektual hanya terdiri dari segelintir orang yang ”beruntung”. Golongan ini tidak diproduksi secara massal, tetapi spesial. Dengan segala keberuntungan yang dimiliki, seharusnya kaum intelektual menjalankan fungsi dan peranannya sesuai dengan semestinya. Tidak mengkhianatinya dalam kondisi apapun, bahkan walau terdesak kebutuhan ekonomi, kebutuhan kekuasaan ataupun kebutuhan pragmatis sejenisnya.&lt;br /&gt;Kaum ini adalah titian harapan seluruh rakyat agar bangsa dapat menjadi lebih baik. Mereka adalah kaum yang mampu mengkritisi kejahatan moral, penyalahgunaan kekuasaan, perilaku manusia dan kebijakan lainnya. Karena kemampuan untuk mengkritisi dan memberi saran, maka diasumsikan bahwa kaum ini bersih dari hal-hal yang dikritisinya. Seandainya moral kaum ini rusak, dapat dipastikan bahwa seluruh negeri akan rusak pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi&lt;br /&gt;Menurut kamus bahasa Indonesia, korupsi diartikan sebagai kecurangan, penyelewengan/penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan diri, pemalsuan.&lt;br /&gt;Korupsi pada dasarnya adalah penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, sebab itu korupsi hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memegang kekuasaan. Kekuasaan dalam bentuk apapun. Kekuasaan pemerintahan, kekuasaan adat, kekuasaan perusahaan maupun kekuasaan institusi.&lt;br /&gt;Salah satu wujud kekuasaan intelektual kampus,akademisi, adalah otoritas mereka untuk menjalankan fungsi mendidik dan mengelola di universitas. Ilmu yang diajarkan oleh mereka adalah ilmu yang wujudnya mencari kebenaran dan membela kebenaran.&lt;br /&gt;Dengan segala definisi di atas, maka dapat dikatakan bahwa kaum akademisi melakukan korupsi ketika mereka tidak menjalankan fungsi dasar universitas, tugas dasar universitas, tujuan hidup intelektual dan harapan masyarakat terhadap peranannya.&lt;br /&gt;Teknisnya, ketika Universitas menerapkan kebijakan biaya pendidikan yang tinggi bagi peserta didik, tanpa melakukan protes terhadap pemerintah. Maka dapat dikatakan bahwa akademisi universitas tersebut telah melakukan tindak korupsi. Karena menyebabkan akses pendidikan bagi peserta didik miskin menjadi terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik Berkarakter VS Mendidik Praktis&lt;br /&gt;Tampaknya telah terjadi pergeseran makna pendidikan di Indonesia. Pendidikan tidak lagi di konsentrasikan kepada upaya mendidik mahasiswa untuk menjadi manusia seutuhnya yang dewasa dan berkarakter, melainkan telah bergeser menjadi upaya pelayanan jasa pendidikan semata. Dengan pergeseran ini diwajari bila Institusi pendidikan menetapkan “harga” yang tinggi bagi peserta didiknya.&lt;br /&gt;Akhirnya kemudian, seleksi masuk perguruan tinggi tidak lagi didasarkan pada seleksi akademis semata. Tetapi juga didasarkan pada seberapa besar kemampuan peserta didik untuk dapat membayar biaya pendidikan. Semakin besar kemampuan membayar, semakin besar kemungkinan peserta didik dapat lulus seleksi masuk perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Selain itu, idealisme universitas yang diupayakan untuk menghasilkan manusia dewasa-berkarakter perlahan-lahan telah terkikis. Pendidikan di universitas hari ini, cenderung di desain untuk menghasilkan pribadi yang siap pakai sesuai dengan dunia kerja. Sehingga fungsi universitas dan pabrik menjadi tidak berbeda jauh. Pabrik menghasilkan produk industrinya yang berupa benda, sedang universitas menghasilkan produk pendidikannya berwujud manusia, tetapi tak jauh beda daripada benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutupan&lt;br /&gt;Seperti quotes pembuka tulisan ini, seharusnya kaum inteletual hari ini dapat menjadi pijar hati nurani dan juru bicara bagi masyarakat. Membela, mengkontruksi dan membuang rintangan terwujudnya masyarakat yang lebih baik, sejahtera dan berkeadilan. Walaupun, usaha untuk mewujudkan ini menyebabkan kaum intelektual dianggap pengacau dan kaum yang menjengkelkan bagi penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar bacaan.&lt;br /&gt;- Dachlan, M.2001. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Arkola : Surabaya.&lt;br /&gt;- Media Indonesia. 4 Mei 2005. tulisan ”Cendikiawan dan Korupsi”.&lt;br /&gt;- Soedjatmoko. 1991.Soedjatmoko dan keprihatinan masa depan. PT. Tiara Wacana Yogya : Yogyakarta.&lt;br /&gt;- Soekito ,Wiratmo(Ed).1984. Cendikiawan dan Politik. LP3ES : Jakarta.&lt;br /&gt;- Uwes, Sanusi. dalam Moral Kaum Akademisi Kita. Publikasi Elektronik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2131993230577892783-5437001344846901407?l=akhikhwan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhikhwan.blogspot.com/feeds/5437001344846901407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/korupsi-kaum-akademisi_01.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5437001344846901407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2131993230577892783/posts/default/5437001344846901407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhikhwan.blogspot.com/2007/07/korupsi-kaum-akademisi_01.html' title='Korupsi Kaum Akademisi'/><author><name>Hendra Ikhwan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08194533698840753017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_puBBU8nL2Tg/SBNY3GHeLqI/AAAAAAAAAFI/UthKjAUXD4s/S220/Untitled-1+copy.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
